Dari Sampah Jadi Pakan, Budidaya Magot BSF di Desa Dermaji

  • 12 Agt 2026 10:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Mahasiswa KKN UNUGHA Kelompok 01 Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, menggelar pelatihan budidaya magot untuk mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan di Balai Desa Dermaji ini dihadiri pemerintah desa, PKK, serta perwakilan warga setempat.

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah organik yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus berpotensi menjadi usaha. Kegiatan dihadiri unsur pemerintah desa, ibu-ibu PKK, perwakilan RT dan RW, serta warga Desa Dermaji.

Budidaya magot dipilih karena mampu mengolah sisa makanan yang selama ini menjadi jenis sampah terbanyak di lingkungan warga. Magot dapat memanfaatkan limbah organik sebagai sumber pakan, lalu hasil budidaya dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun umpan pancing. Dengan demikian, sampah organik berubah menjadi sesuatu yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Narasumber pelatihan, Aghist dan Syauki, memaparkan materi sekaligus praktik langsung budidaya magot. Aghist menjelaskan pengertian, siklus hidup, perbedaan magot dan belatung, serta strategi pemasaran. Peserta juga diberi penjelasan mengenai pembuatan dan penggunaan biopon sebagai media budidaya magot.

Syauki mendampingi peserta mempraktikkan cara budidaya mulai dari tempat bertelur, proses berkembang biak, hingga tahap pemeliharaan. Narasumber juga membawa sampel magot pada berbagai tahap perkembangan serta peralatan budidaya agar peserta dapat melihat secara langsung prosesnya.

Kegiatan berlangsung antusias. Pemerintah Desa Dermaji menyambut baik rencana pengembangan budidaya magot di desanya.

"Kami berencana memanfaatkan budidaya magot untuk mengurangi limbah organik sekaligus menyediakan pakan ternak. Pemerintah desa juga berencana menghubungi narasumber untuk mendukung pemasaran hasil budidaya, serta berkeinginan melakukan studi banding ke lokasi budidaya magot di pondok pesantren," ujar Kepala Desa Dermaji, Harry Haryono Caryono, didampingi Sugeng.

Ketertarikan serupa juga disampaikan warga, salah satunya Fitri. Ia berharap budidaya magot dapat menjadi alternatif pakan ternak yang mendukung kebutuhan warga Desa Dermaji yang banyak beternak.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Dermaji untuk mengembangkan budidaya magot secara berkelanjutan sebagai solusi pengelolaan limbah organik sekaligus alternatif pakan ternak yang bernilai ekonomi. (Zahra Nurul Fitria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....