Tlahab Kidul Didorong Jadi Benteng Bencana
- 11 Sep 2026 15:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Warga Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, didorong memperbanyak penanaman pohon untuk memperkuat daya serap tanah dan mengurangi risiko banjir serta tanah longsor di kawasan lereng. Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rabu Pon atau Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026), yang ditandai dengan pembagian 250 bibit tanaman buah dan tanaman keras untuk penghijauan serta pekarangan warga.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan penghijauan penting dilakukan karena Tlahab Kidul berada di dataran tinggi yang dikelilingi perbukitan dan memiliki potensi bencana. Terlebih, Kecamatan Karangreja pernah dilanda banjir bandang cukup parah pada awal 2026 sehingga upaya menjaga lingkungan perlu diperkuat bersama masyarakat.
“Desa Tlahab Kidul ini berada di dataran yang cukup tinggi dan dikelilingi perbukitan. Karena itu, penanaman pohon dan penghijauan di wilayah ini penting untuk membantu menjaga daya serap tanah dan mengurangi risiko banjir maupun tanah longsor,” kata Fahmi.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan Rabu Pon di wilayah rawan bencana menjadi bagian dari upaya pemulihan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, gerakan menanam pohon harus dilanjutkan dengan perawatan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan pemanfaatan pekarangan secara produktif.
Selain 250 bibit tanaman, warga mendapat 1.000 bibit nila, 3.000 bibit lele, 720 bibit cabai, 720 bibit terong dan 10 pasang ayam kampung untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Pemerintah juga memberikan pelatihan budidaya ikan dalam ember kepada 30 warga agar hasilnya tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.
Nawal turut mendorong masyarakat memilah sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk, mengumpulkan minyak jelantah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui program “Jelantah Menjadi Rupiah”. Kegiatan Rabu Pon juga diisi rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni, pemberian sembako dan makanan tambahan pencegahan stunting, pengobatan massal serta layanan administrasi kependudukan secara jemput bola.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....