KKN UIN Saizu Hidupkan Bank Sampah di Desa Kalitinggar

  • 12 Agt 2026 11:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga – Pengelolaan sampah di Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, kembali mendapat perhatian setelah sempat terhenti sekitar empat tahun. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 47 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menghidupkan kembali Bank Sampah sebagai upaya mengajak masyarakat mengelola sampah dari rumah.

Program Bank Sampah tersebut resmi diperkenalkan kepada masyarakat pada Selasa (11/8/2026). Untuk tahap awal, pengelolaan dilakukan di RT 02 RW 01 bersama Pemerintah Desa Kalitinggar dan masyarakat setempat.

Koordinator Desa KKN Kelompok 47, Jefri Irawan, menjelaskan Bank Sampah merupakan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mengajak warga memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai guna maupun nilai jual.

"Program Bank Sampah bertujuan membantu mengurangi permasalahan sampah di Desa Kalitinggar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai sumber nilai ekonomi," ujarnya.

Jefri mengatakan program tersebut disusun sejak awal pelaksanaan KKN melalui observasi, identifikasi permasalahan, koordinasi dengan pemerintah desa, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, tahapan tersebut dilakukan agar Bank Sampah tidak hanya menjadi program sementara, tetapi dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah KKN selesai.

Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Kepala Desa Kalitinggar, Wasto. Ia mengatakan pemerintah desa mendukung Bank Sampah karena pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Program Bank Sampah memang dibutuhkan oleh masyarakat Desa Kalitinggar. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, pengelolaan sampah juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," kata Wasto.

Wasto mengatakan pemerintah desa selanjutnya akan menyosialisasikan bank sampah kepada seluruh RT di Desa Kalitinggar agar masyarakat memahami mekanisme pengelolaannya. Pemerintah desa juga akan mempertimbangkan dukungan sarana operasional sesuai kemampuan anggaran untuk menjaga keberlanjutan program.

Sementara itu, Ketua RT 02 RW 01, Sutarso, menyambut baik pembentukan Bank Sampah. Menurutnya, persoalan sampah selama ini kerap menjadi pembahasan dalam pertemuan warga, tetapi belum memiliki sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

"Saya berharap program ini menjadi motivasi bagi warga untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah bukan lagi sesuatu yang mengotori lingkungan, tetapi dapat memberikan manfaat dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat akan memilah sampah dari rumah, terutama sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan jenis sampah lain yang masih memiliki nilai jual. Sampah kemudian dikumpulkan di tempat penampungan, ditimbang, dicatat, dan disalurkan kepada pengepul untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Hasil pengelolaan sampah akan dimanfaatkan sebagai kas RT sesuai kesepakatan bersama.

Melalui program ini, Desa Kalitinggar tidak hanya berupaya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pemerintah desa bersama pengurus Bank Sampah berencana memperluas sosialisasi ke seluruh RT agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan. (Lina Nafis)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....