Khutbatul Arsy Ke-42 Kobarkan Semangat Niat Lurus Santri PPM Darunnajat
- 11 Agt 2026 13:10 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Brebes - Suasana khidmat, penuh semangat, dan sarat akan nilai perjuangan menyelimuti Pondok Pesantren Modern (PPM) Darunnajat pada Ahad, 9 Agustus 2026. Seluruh santri, dewan guru, serta jajaran pimpinan berkumpul di lapangan utama untuk mengikuti rangkaian Upacara Pembukaan Pekan Perkenalan Santri atau yang lebih dikenal dengan Khutbatul Arsy Tahun 2026.
Upacara akbar ini menjadi tonggak sejarah dimulainya orientasi pengenalan kehidupan pondok bagi seluruh santri. Bertindak sebagai komandan upacara adalah Akhi Syauqi Razan, santri kelas 6 KMI, yang memimpin jalannya barisan dengan ketegasan dan wibawa tinggi. Salah satu daya tarik utama dalam upacara kali ini adalah formasi khusus yang dibentuk oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Mereka dengan apik membentuk angka 42, sebuah simbol kuat yang menerangkan bahwa kegiatan Khutbatul Arsy ini telah diselenggarakan untuk ke-42 kalinya, menegaskan konsistensi panjang pondok dalam mendidik kader-kader bangsa yang islami dan berkarakter.
Dalam amanatnya, Kyai M. Nabhan Perdana, yang hadir sebagai inspektur upacara, menyampaikan pesan mendalam yang mengguncang ruhani para santri. Beliau menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Salah satu poin krusial yang beliau sampaikan adalah pertanyaan reflektif: "Ke Darunnajat apa yang kau cari?" Pertanyaan ini menjadi pemantik agar setiap santri benar-benar memahami tujuan utama mereka berada di pesantren, bukan sekadar menggugurkan kewajiban sekolah.
Lebih lanjut, Kyai M. Nabhan Perdana mengingatkan seluruh civitas akademika akan pentingnya menjaga istiqamah. Beliau berujar, "Kalau kita lihat, kalau kita menelaah ajaran, pesan-pesan, wasiat, amanah daripada Abah Yai Aminuddin, mesti yang disampaikan itu-itu saja. Dan siapa yang disampaikan ini kepada siapa? Bukan hanya kepada santri baru, tetapi kepada seluruh elemen yang ada di pondok, dan kenapa hanya itu-itu saja? Karena yang namanya syaitan juga selalu menggoda terus dan terus untuk menyesatkan kita dari jalan yang benar, untuk mengajak kita kepada kesesatan, untuk mengajak kita kepada neraka Jahannam, wal iyadzu billah." Pesan ini menjadi pengingat keras bahwa godaan untuk keluar dari jalan kebenaran akan selalu ada, sehingga benteng iman harus senantiasa dikuatkan melalui pengulangan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh pendiri pondok.
Rangkaian acara kemudian berlanjut pada sesi doa yang dipimpin oleh Yai Miqdam Muntaqo, memohon keberkahan agar proses pendidikan di PPM Darunnajat senantiasa dalam lindungan Allah Swt. Puncak acara pembukaan ditandai secara simbolis dengan gema takbir, pemukulan beduk, dan pelepasan 150 balon ke udara yang menghiasi langit cerah Bumiayu.
Ust. Wildan Khoeri, selaku Ketua Panitia, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas kelancaran acara tersebut. "Saya merasa sangat bangga dan terharu melihat antusiasme santri serta kekompakan seluruh panitia. Upacara pembukaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pernyataan komitmen kita bersama. Melihat formasi angka 42 dan respons santri saat mendengar pesan Kyai, saya yakin pondok ini akan terus mencetak generasi yang tangguh dan bertakwa," ungkapnya dengan penuh semangat.
Acara kemudian dimeriahkan dengan penampilan memukau dari santri Darunnajat, meliputi Marching Band yang megah, Seni Tari yang anggun, demonstrasi Pagar Nusa yang perkasa, serta penampilan Pramuka Putra dan Pramuka Putri yang disiplin. Rangkaian hari itu ditutup dengan sesi foto bersama antara dewan guru PPM Darunnajat dengan Bapak Pimpinan dan Keluarga, sebagai simbol eratnya kekeluargaan di lingkungan pesantren. Semangat Khutbatul Arsy ke-42 ini diharapkan menjadi energi positif bagi para santri dalam mengarungi perjalanan ilmu di bumi Darunnajat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....