Mahasiswa KKN UIN SAIZU Pasang Cermin Aman Kawasan Rawan (Cakra)
- 16 Agt 2026 17:27 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Dua titik rawan kecelakaan di Desa Prigi, Kecamatan Padamara, kini terasa lebih aman bagi pengguna jalan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 043 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto memasang kaca spion cembung atau cermin tikungan di lokasi-lokasi yang selama ini memiliki keterbatasan jarak pandang. Pemasangan dilakukan pada Jumat (14 /8/2026), pukul 10.00 WIB, sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Kedua titik yang menjadi sasaran pemasangan berada di dua wilayah berbeda. Titik pertama terletak di lingkungan RT 02/RW 01, sedangkan titik kedua berada di RT 01/RW 04 Desa Prigi. Kedua lokasi ini dinilai krusial karena sering menjadi lokasi terjadinya insiden akibat pengemudi yang tidak dapat melihat kendaraan dari arah berlawanan. Belokan yang tajam dan pepohonan yang rimbun menjadi faktor utama terbatasnya pandangan di area tersebut.
Proses pemasangan tidak dilakukan sendiri oleh mahasiswa. Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Ketua RT 01, Bapak Suji, serta sejumlah warga sekitar yang turut membantu dalam proses pemasangan. Kerja sama tersebut mempercepat pekerjaan sekaligus memastikan posisi cermin berada pada sudut yang paling efektif untuk membantu pengguna jalan melihat kondisi di tikungan.
Dengan semangat gotong royong, kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Bapak Suji menyampaikan bahwa keberadaan cermin cembung sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dapat meningkatkan kewaspadaan saat melintas di lokasi tersebut.
“Berguna jadi masyarakat bisa hati-hati atas adanya cermin cembung karena di daerah tersebut sering terjadi kecelakaan,” ujar Bapak Suji.
Apresiasi juga disampaikan oleh Bapak Nano yang menilai pemasangan cermin tersebut sangat membantu masyarakat Desa Prigi dalam meningkatkan keselamatan berkendara.
“Terima kasih, kaca ini sangat membantu masyarakat Desa Prigi. Waktu kemarin telah terjadi mobil menabrak pagar rumah warga karena tidak terlihat posisi belokannya,” kata Bapak Nano.
Kehadiran cermin cembung ini merupakan program pendukung dari rangkaian kegiatan KKN Kelompok 043. Selain fokus pada program utama pemberdayaan masyarakat, mahasiswa merasa perlu memberikan solusi nyata atas permasalahan keselamatan jalan yang kerap dikeluhkan warga. Dengan alat yang sederhana ini, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di dua titik tersebut dapat ditekan secara signifikan.
Salah satu warga, Bapak Sukamto, juga menyampaikan rasa syukurnya atas pemasangan fasilitas tersebut. Menurutnya, program ini sangat tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pengguna jalan, baik warga setempat maupun pendatang yang melintas di wilayah Desa Prigi.
“Masyarakat Desa Prigi menyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada teman-teman KKN UIN SAIZU atas pemasangan cermin di titik-titik rawan kecelakaan. Ini tepat guna dan manfaat,” ucap Bapak Sukamto dengan penuh antusias.
Tak hanya soal keamanan, pemasangan cermin cembung juga menyentuh aspek kenyamanan berkendara. Dengan adanya cermin tersebut, pengendara tidak perlu lagi hanya mengandalkan klakson atau terburu-buru menebak situasi di tikungan. Kehadiran cermin memberikan ketenangan tersendiri bagi pengguna jalan, terutama ibu-ibu yang mengantar anak ke sekolah maupun para petani yang melintas menggunakan kendaraan bermuatan pada pagi hari.
Koordinator KKN Kelompok 043 berharap warga dan perangkat desa dapat merawat fasilitas baru tersebut dengan baik. Perawatan rutin, seperti membersihkan debu pada permukaan cermin maupun mengembalikan posisinya apabila bergeser, menjadi langkah penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak sepenuhnya bergantung pada cermin cembung. Kehati-hatian saat berkendara tetap menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Kegiatan pemasangan cermin cembung ini berakhir dalam suasana penuh kekeluargaan. Beberapa warga tampak mengabadikan momen tersebut dan membagikannya melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa KKN. Program sederhana ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap keselamatan bersama tidak selalu membutuhkan biaya besar, melainkan niat baik, kepedulian, dan kerja sama yang tulus antara mahasiswa dan masyarakat. (Elsa Yuliana & Aghistna)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....