Harga Sayur Mayur di Purbalingga Melonjak akibat Musim Terang
- 11 Agt 2026 14:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Sejumlah harga kebutuhan pokok, khususnya komoditas sayur-mayur di Pasar Arjobinangun, Kelurahan Bojong, Purbalingga, mengalami kenaikan lumayan tajam.
Hal ini dikatakan Dinah, salah satu pedagang sayur-mayur di Pasar Arjobinangun, bahwa hampir rata-rata harga sayur saat ini sedang naik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Iya, naiknya nanjak banget. Rata-rata sayur-mayur harganya lagi pada naik," ujar Dinah saat ditemui di lapaknya Selasa (11/8/2026).
Dinah merinci, beberapa jenis sayuran yang mengalami kenaikan tajam di antaranya adalah welok (labu siam), terong, dan kacang panjang. Untuk welok dan terong yang biasanya dijual di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp7.000 per kilogram.
"Kenaikan paling tinggi itu kacang panjang yang sebelumnya hanya Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilogram, saat ini harganya Rp10.000 sampai Rp12.000 per kilogram," ucapnya.
Menurut Dinah, tingginya harga di pasaran disebabkan oleh mahalnya harga modal sejak dari tingkat pemasok saat ia berbelanja kulakan.
"Harganya naik dari sananya pas saya kulakan. Mungkin karena sedang musim terang (kemarau), jadi hasil panen dari petaninya sedikit," jelasnya.
Dinah menambahkan, meski sebagian besar sayuran melonjak, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga seperti Kembang kol, turun tajam dari harga normal Rp15.000–Rp18.000 per kilogram menjadi hanya Rp5.000 per kilogram.
Kemudian, bumbu dapur untuk harga bawang merah juga terpantau turun dari sebelumnya Rp34.000 per kilogram, kini menjadi Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.
"Harga bawang putih cenderung stabil saya beli dengan harga grosir sekitar Rp35.000 hingga Rp37.000 per kilogram untuk kemudian dijual kembali secara eceran," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....