Lewat KKN, Mahasiswa UIN Saizu Dorong Digitalisasi UMKM di Bojanegara Purbalingga

  • 03 Agt 2026 14:45 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga – Mahasiswa KKN Kelompok 37 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar seminar bertajuk Penguatan Daya Saing UMKM melalui Branding, Digitalisasi Pembayaran (QRIS), Pendampingan Sertifikasi Halal, dan Manajemen Keuangan BUMDes sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Umat di Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN yang bekerja sama dengan BMT Al Huda.

Kepala Desa Bojanegara, Sudiono, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu menjawab kebutuhan pelaku UMKM desa dalam menghadapi perkembangan zaman, khususnya di bidang pemasaran dan pengelolaan usaha.

"Kami sangat mendukung kegiatan dari anak-anak KKN. Semoga ke depan UMKM di Desa Bojanegara bisa berkembang mengikuti zaman dan usahanya semakin meningkat," ujarnya.

Menurut Sudiono, selama ini sebagian besar pelaku UMKM di Desa Bojanegara masih menjalankan usahanya secara konvensional. Melalui seminar tersebut, pelaku usaha mendapatkan pemahaman mengenai branding produk, pengemasan, pemasaran digital, hingga penggunaan sistem pembayaran non tunai melalui QRIS.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa Bojanegara juga terus memberikan dukungan kepada masyarakat melalui kerja sama dengan BUMDes, salah satunya dengan mengadakan pelatihan budidaya jamur tiram bersama penyuluh dari tingkat provinsi. Hasil budidaya tersebut diharapkan berkembang menjadi produk UMKM yang memiliki nilai tambah.

Sementara itu, anggota KKN Kelompok 37 UIN Saizu Purwokerto, Via Nurfadilah, menjelaskan seminar ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan UMKM dan penguatan manajemen BUMDes di Desa Bojanegara.

"Pelaku usaha saat ini tidak hanya dituntut memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga harus memahami cara memasarkan produk, memanfaatkan pembayaran digital melalui QRIS, serta mengetahui pentingnya sertifikasi halal agar produknya semakin dipercaya masyarakat," ucap Via.

Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta tersebut melibatkan perangkat desa, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, dan pelaku UMKM. Selain seminar, peserta juga mendapatkan materi mengenai branding produk, digitalisasi pembayaran, sertifikasi halal, serta pencatatan keuangan usaha agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Via menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan budidaya jamur tiram yang sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Bojanegara. Mahasiswa KKN berupaya mendampingi masyarakat agar hasil budidaya tersebut dapat berkembang menjadi produk UMKM yang memiliki daya saing. Setelah seminar, pendampingan kepada pelaku UMKM akan dilanjutkan oleh BMT Al Huda.

Pemateri dari BMT Al Huda, KM Triyono, S.Pd, mengatakan materi literasi dan manajemen keuangan menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaku UMKM. Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang belum mampu menghitung biaya produksi, laba bersih, maupun menentukan harga jual produknya secara tepat.

"Yang paling penting adalah pelaku UMKM memahami literasi keuangan dan ekosistem usahanya. Mereka harus mengetahui kondisi keuangan usahanya, mulai dari biaya produksi, penentuan harga, branding, hingga pemasaran agar usahanya bisa berkembang," katanya.

Melalui seminar ini, mahasiswa KKN Kelompok 37 UIN Saizu Purwokerto berharap pelaku UMKM di Desa Bojanegara semakin siap memanfaatkan teknologi digital, memperkuat identitas produk, mengelola keuangan dengan baik, serta memperluas akses pasar sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa secara berkelanjutan. (Ilham Falih Qushoyyi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....