150 Penari Muda Terlibat dalam Sendratari The Tales of Karangbolong

  • 10 Agt 2026 22:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen - Sebanyak 150 penari dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, akan tampil dalam Sendratari The Tales of Karangbolong pada rangkaian Kebumen Fest 2026, 22 Agustus mendatang. Hal itu disampaikan Mbak Kebumen 2025, Tera Warih Pranasti Dewi, dalam dialog SPADA Budaya dan Pariwisata, Minggu (9/8/26).

Jumlah tersebut menjadi gambaran tingginya keterlibatan generasi muda dalam upaya menghidupkan kembali cerita rakyat dan kesenian tradisional Kebumen melalui pertunjukan sendratari. Tera mengatakan para penari yang terlibat sebelumnya melalui proses seleksi dengan tahap awal ada sekitar 100 hingga 150 penari mengikuti audisi untuk kemudian dipilih menjadi bagian dari tim pementasan.

“Untuk pementasan terdekat di 22 Agustus kita ada 150 penari,” ujarnya.

Proses penggarapan sendratari dilakukan melalui sejumlah tahapan. Tahapan itu mulai dari penyusunan naskah berdasarkan folklore Karangbolong, pembentukan tim produksi, latihan koreografi, penyesuaian formasi, hingga gladi bersih dan persiapan teknis sebelum pementasan.

Antusiasme anak muda terhadap Sendratari Karangbolong juga terlihat dari respons penonton dalam sejumlah pementasan sebelumnya. Tera menegaskan pertunjukan tersebut telah dipentaskan sebanyak tiga kali dan mendapat sambutan dari anak-anak muda, salah satunya dalam Karangbolong Culture Festival.

Menurut Tera, komunitas Swardhana Kabumian yang menjadi bagian dari pengembangan karya tersebut juga hadir sebagai wadah bagi generasi muda Kebumen untuk berkarya, khususnya di bidang seni tari. Komunitas itu diharapkan dapat mendorong anak muda Kebumen untuk semakin aktif dalam dunia seni hingga mampu tampil di tingkat nasional dan internasional.

Sendratari The Tales of Karangbolong tidak hanya menampilkan tari, tetapi juga menggabungkan musik, koreografi, alur cerita, dan sejumlah kesenian Kebumen. Di dalamnya terdapat unsur seperti tari Lawet, Jepetan, dan Eblek.

Salah satu bagian yang dinilai menarik adalah adegan perang antara kelompok yang merepresentasikan kejahatan dan pasukan yang mewakili kebaikan. Selain itu, bagian penutup juga dikemas dengan flashmob yang membawa pesan mengenai harapan bagi Kebumen di masa depan.

Pada pementasan 22 Agustus mendatang, durasi pertunjukan akan dibuat lebih panjang, yakni lebih dari satu jam, dengan pengembangan koreografi serta kolaborasi bersama seniman dari luar Kebumen. Pertunjukan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi semakin banyak anak muda untuk mengenal sekaligus mencintai seni dan budaya daerahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....