Mahasiswa Unsoed Ajak Warga Ledug Manfaatkan Tanaman Obat Keluarga
- 10 Agt 2026 20:00 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Tanaman obat yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar mulai dikenalkan kembali kepada warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengajak masyarakat memanfaatkan tanaman tersebut sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan sekaligus mengoptimalkan lahan di sekitar rumah.
Upaya itu dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset (UKMPR) Unsoed melalui program Tilik Desa 2026 bertema “Pemanfaatan Toga dan Pengolahan Pangan Bergizi sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat”. Kegiatan hari pertama digelar di Aula Balai Desa Ledug, Jumat (7/8/2026), dengan fokus pada edukasi dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga).
Kepala Desa Ledug Sugeng Riyadi mengatakan pemanfaatan tanaman obat di lingkungan masyarakat mulai jarang dilakukan. Padahal, sejumlah tanaman yang tumbuh di sekitar rumah dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat alami.
“Tanaman yang ada di sekitar kita sebenarnya memiliki banyak manfaat dan bisa dimanfaatkan sebagai obat alami. Harapannya, masyarakat dapat kembali memanfaatkan dan membudidayakan tanaman obat yang ada di lingkungan sekitar,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Senin (10/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai manfaat dan cara dasar membudidayakan tanaman obat. Materi disampaikan Alif Ardandi, mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi sekaligus Dewan Konsultatif UKMPR Unsoed 2026.
Beberapa tanaman yang dikenalkan antara lain rosella, daun kelor, kunyit, temulawak, jahe, dan kumis kucing. Selain menjelaskan manfaatnya, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai teknik dasar penanaman dan perawatan tanaman tersebut.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik menanam Toga di lahan depan Balai Desa Ledug. Warga bersama kader PKK dan posyandu ikut menanam sejumlah jenis tanaman dengan pendampingan mahasiswa dan arahan narasumber.
Project Officer Tilik Desa 2026, Tisya Yulia Ningrum, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada saat program berlangsung. Tanaman yang telah ditanam diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga bisa terus dirasakan oleh masyarakat Desa Ledug,” katanya.
Kegiatan diikuti 32 peserta yang terdiri atas kader PKK, kader posyandu, dan warga Desa Ledug. Sebanyak 13 panitia dan sembilan volunteer UKMPR Unsoed turut terlibat dalam pelaksanaan dan pendampingan kegiatan.
Selain memberikan pengetahuan kepada masyarakat, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menjalankan program pendidikan dan pengabdian di tengah masyarakat.
Program Tilik Desa 2026 akan dilanjutkan dengan kegiatan pengolahan tanaman obat dan pangan bergizi. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UKMPR Unsoed mendorong masyarakat memanfaatkan potensi tanaman di lingkungan sekitar sekaligus mengembangkan sumber pangan yang mendukung kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....