Tak Hanya Pelatih, Alumni Paskibraka Banyumas Ikut Bentuk Kekompakan Peserta

  • 09 Agt 2026 07:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Proses pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banyumas tidak hanya mengandalkan pelatih. Para alumni Paskibraka turut berperan dalam mendampingi calon anggota, khususnya dalam membangun solidaritas, kekompakan, dan mental selama menjalani masa pelatihan.

Dalam Dialog Purwokerto Menyapa, Jumat (7/8/26), Ketua PPI Kabupaten Banyumas, Helmi Azhar Fahri, mengatakan pengalaman sebagai alumni membuat pihaknya memahami berbagai tantangan yang dirasakan calon anggota selama mengikuti pembinaan. Menurut Helmi, perbedaan karakter para peserta yang berasal dari latar belakang sekolah dan daerah berbeda menjadi bagian dari proses pembentukan mereka menjadi satu tim yang solid.

“Di sinilah mereka ditempa. Bagaimana mereka bisa menanamkan sifat solidaritas, korsa di dalam satu tim,” katanya.

Ia menilai kemampuan individu bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan Paskibraka. Kemampuan bekerja sama justru menjadi bagian penting karena pelaksanaan tugas pengibaran bendera membutuhkan kekompakan seluruh anggota.

Para peserta dituntut mampu menurunkan ego dan saling bekerja sama dalam menjalankan rangkaian gerakan baris-berbaris. Oleh karena itu, proses latihan menjadi ruang bagi mereka untuk belajar memahami karakter rekan satu tim.

Dalam kondisi tertentu, peserta juga dapat mengalami penurunan kondisi fisik hingga miskomunikasi karena tekanan latihan dan perbedaan karakter. Di sinilah alumni berupaya hadir bukan sebagai senior yang menekan junior, tetapi sebagai pendamping yang dapat menjadi tempat berbagi.

Helmi mengatakan kedekatan usia antara alumni dan calon anggota membuat komunikasi dapat berlangsung lebih cair. Para calon anggota diharapkan lebih nyaman menyampaikan persoalan yang mereka hadapi selama menjalani pelatihan.

Selain membantu mengatasi persoalan selama proses pembinaan, alumni juga mengingatkan calon anggota mengenai tujuan utama mereka menjadi Paskibraka. Menurutnya, mereka perlu memahami bahwa masa latihan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter.

Ia menilai kesempatan menjadi Paskibraka merupakan pengalaman yang membanggakan. Namun, kebanggaan tersebut perlu diiringi kesadaran bahwa para anggota terpilih sedang ditempa untuk menjadi bagian dari generasi penerus bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....