Pemkab Banyumas Siapkan 90 Motor Listrik untuk Kades dan Penilik Sekolah

  • 07 Agt 2026 23:45 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan pengadaan kendaraan listrik untuk mendukung operasional kepala desa dan penilik sekolah. Pengadaan tersebut direncanakan melalui pengalihan anggaran kendaraan dinas dan efisiensi biaya operasional sebagai upaya menekan pengeluaran bahan bakar sekaligus mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono usai menjajal sepeda motor listrik VinFast di halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Jumat (7/8/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permades) Hirawan Danan Putra, para penilik Dinas Pendidikan, serta perwakilan Satria Praja.

Sadewo mengatakan, penggunaan kendaraan listrik diharapkan mampu mengurangi beban anggaran operasional pemerintah daerah, terutama untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan dinas yang digunakan di lapangan.

"Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam menekan beban BBM sekaligus mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik," kata Sadewo.

Menurut Sadewo, salah satu pertimbangan memilih VinFast adalah berbagai fasilitas yang ditawarkan. Produsen kendaraan listrik asal Vietnam itu memberikan layanan pengisian daya gratis selama tiga tahun pertama sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk BBM maupun listrik pada masa tersebut.

"Yang menarik, pihak VinFast memberikan fasilitas charging secara gratis selama tiga tahun pertama. Artinya, tidak ada pengeluaran untuk beli BBM maupun listrik selama tiga tahun," ujarnya.

Selain layanan pengisian daya gratis, kendaraan listrik VinFast juga dilengkapi garansi baterai hingga enam tahun. Kerja sama tersebut juga dinilai berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyewaan lahan milik pemerintah daerah untuk pembangunan stasiun pengisian daya kendaraan listrik.

Pemkab Banyumas bersama VinFast merencanakan pembangunan hingga 250 titik charging station di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Banyumas, termasuk kawasan stasiun. Dari 165 titik lahan milik pemerintah daerah yang diajukan, sebanyak 82 lokasi telah disetujui untuk disewa VinFast dengan masa sewa hingga lima tahun.

Selama tiga tahun pertama, fasilitas pengisian daya tersebut hanya melayani kendaraan VinFast secara gratis. Memasuki tahun keempat, pengguna VinFast dikenakan tarif sebesar 50 persen, sedangkan pengguna kendaraan listrik merek lain membayar tarif penuh.

Sadewo menjelaskan, kendaraan listrik yang akan diadakan diprioritaskan untuk mengganti armada operasional lapangan yang kondisinya sudah tidak layak. Sekitar 90 unit sepeda motor listrik disiapkan untuk kepala desa dan penilik sekolah. Selain itu, Pemkab Banyumas juga merencanakan pengadaan beberapa unit mobil listrik berukuran kecil untuk mendukung patroli dan operasional Dinas Perhubungan.

"Kalau pakai BBM, operasionalnya harus sistem reimburse ke Pemda. Dengan kendaraan listrik ini, selama tiga tahun tidak ada reimburse BBM sama sekali. Ini jelas efisiensi anggaran yang lumayan," kata Sadewo.

Ia menegaskan, pengadaan armada listrik tersebut tidak menggunakan anggaran tambahan. Seluruh pembiayaan berasal dari pengalihan anggaran pembelian mobil dinas baru untuk bupati pada APBD murni tahun ini.

"Selama masa jabatan, saya tidak mengutamakan pembelian mobil dinas baru untuk bupati. Lebih baik anggarannya dialihkan untuk kebutuhan operasional yang langsung menyentuh pelayanan di tingkat desa dan pendidikan," ucapnya.

Meski demikian, Sadewo memastikan rencana penggantian kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas menjadi kendaraan listrik tidak dilakukan sekaligus. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi penggunaan armada pada tahap awal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....