Dari Botol Bekas, Mahasiswa KKN UIN Saizu Kembangkan Budi Daya Kangkung Keramba

  • 07 Agt 2026 10:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Program budi daya kangkung dengan sistem keramba yang digagas mahasiswa KKN 58 Kelompok 22 UIN Saizu Purwokerto berhasil menghidupkan potensi perairan Kalimati di Desa Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas.

Melalui pemanfaatan aliran air yang selama ini belum dimaksimalkan, program tersebut diharapkan mampu menjadi sumber ekonomi baru sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Pelepasan dan penempatan unit keramba kangkung dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) di aliran Kalimati, Gumbul Clawer. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Desa Karanggedang Admini, Kepala Urusan Perencanaan Mugiono, serta disaksikan warga setempat yang antusias menyambut program tersebut.

Koordinator Desa KKN 58 Kelompok 22, Abid Zidan Maulana Asykar, menjelaskan keramba kangkung dirancang sebagai program yang ramah lingkungan dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Dalam pembuatannya, mahasiswa memanfaatkan botol plastik bekas yang dikumpulkan dari setiap RT sebagai bahan utama pelampung keramba.

Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan aset desa berupa perairan Kalimati yang pasif agar menjadi lebih bernilai ekonomis, membantu meningkatkan perekonomian, serta mampu menunjang ketahanan pangan warga.

"Dalam pembuatan keramba kangkung ini, kami memanfaatkan botol-botol bekas yang kami kumpulkan dari setiap RT. Harapan kami, setelah program percontohan ini diresmikan, pengelolaannya dapat dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh warga setempat," ujar Abid Zidan dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat (7/8/2026).

Sekretaris Desa Karanggedang, Admini, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu memanfaatkan potensi desa menjadi lebih produktif. Menurutnya, kondisi perairan Kalimati yang tenang sangat mendukung untuk budidaya kangkung dengan sistem keramba.

"Keberadaan keramba kangkung di Kalimati sangat tepat karena kondisi perairan air tenang di lokasi tersebut sangat mendukung untuk budidaya kangkung. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata, meningkatkan pendapatan warga, serta terus dirawat dan dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Urusan Perencanaan Desa Karanggedang, Mugiono. Ia menilai program tersebut memiliki prospek yang baik untuk meningkatkan perekonomian warga Gumbul Clawer.

“Jika program percontohan ini berhasil, model budi daya serupa dapat diterapkan oleh warga di RT lainnya,” tutur Mugiono.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat, aliran Kalimati yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini mulai dikembangkan menjadi kawasan budidaya yang produktif. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga menjadi contoh pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....