Kemarau Mulai Meluas ke 13 Kecamatan di Cilacap, BPBD Terus Distribusi Air Bersih
- 05 Agt 2026 10:18 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Pemerintah Kabupaten Cilacap terus menggenjot penyaluran bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan selama musim kemarau. Hingga Selasa (4/8/2026), sebanyak 197 tangki air bersih atau setara 1.003.000 liter telah didistribusikan ke berbagai wilayah yang mengalami krisis air.
Jumlah tersebut 90 tangki atau 450.000 liter air bersih disalurkan oleh BPBD Cilacap, dan sebanyak 107 tangki atau setara 553.000 liter air bersumber dari CSR mulai dari PMI Cilacap, Pertamina, BBWS Cintanduy, Kodim 0703 Cilacap, NU Peduli, Garda Nusantara dan PT SBI.
“Bantuan ini telah menjangkau 28 desa di 13 kecamatan dengan total penerima manfaat mencapai 23.365 jiwa atau sekitar 7.861 kepala keluarga (KK),” ujar Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo.
Air bersih ini telah menjangkau di kecamatan Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Adipala, Kawunganten, Bantarsari, Cimanggu dan Dayeuhluhur.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung.
BPBC Cilacap menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam penanganan kekeringan di Kabupaten Cilacap. Menurutnya, keberhasilan penyaluran air bersih tidak terlepas dari sinergi berbagai instansi pemerintah, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.
"Dan kami bersyukur bahwa dari jumlah ini tidak hanya tentunya dari Pemkab Cilacap sendiri tetapi kita juga mendapat support atau dukungan dari stakeholder terkait seperti dari jajaran Kodim, kemudian dari BBWS Citanduy, kemudian juga ada dari anggota DPR RI, kemudian dari perusahaan-perusahaan seperti dari Pertamina, kemudian juga dari SBI, kemudian juga ada dari dukungan dari sejumlah ormas ya seperti NU Peduli, kemudian juga ada dari Lazisnu, kemudian ada dari Garuda Nusantara, ada dari Siaga Peduli, dan dari berbagai unsur-unsur lainnya,’ katanya.
Mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Karena itu, Pemkab Cilacap melalui BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar distribusi bantuan air bersih dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Cilacap mengimbau masyarakat di wilayah rawan kekeringan untuk segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan air bersih. Dengan pelaporan yang cepat, distribusi bantuan dapat segera diprioritaskan sehingga kebutuhan air bagi warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....