Dipicu Gas Metana TPA Malabar Terbakar, Damkar Majenang Lakukan Pemadaman

  • 04 Agt 2026 19:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Majenang melakukan penanganan kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Malabar, Desa Malabar, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Selasa (4/8/2026) siang. Kebakaran diduga dipicu munculnya gas metana dari tumpukan sampah organik yang mengalami proses pembusukan.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.00 WIB dari UPT DLH Majenang. Jika muncul asap tebal dari area tumpukan sampah organik dan dikhawatirkan memicu kebakaran yang lebih besar dan berdampak terhadap lingkungan sekitar.

"Api dan asap muncul dari tumpukan sampah organik yang mengalami proses pembusukan sehingga menghasilkan gas metana (CH4). Gas ini sangat mudah terbakar apabila terkena sumber panas. Karena asap semakin banyak dan dikhawatirkan meluas, kami melakukan pendinginan di area TPA," kata Gatot.

Petugas Damkar Pos Majenang langsung menuju lokasi dan melakukan pendinginan selama kurang lebih satu jam. Proses pemadaman dibantu pasokan air dari mobil tangki milik BPBD Majenang sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke area lain.

Gatot menjelaskan, gas metana yang terbentuk dari pembusukan sampah organik memang memiliki potensi mudah terbakar, sehingga perlu dilakukan penanganan cepat ketika muncul titik api maupun kepulan asap di lokasi pembuangan sampah.

Dalam penanganannya, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Setelah proses pendinginan selesai, kondisi TPA dinyatakan aman dan petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Damkar Satpol PP Cilacap mengimbau pengelola tempat pembuangan sampah agar rutin melakukan pemantauan terhadap tumpukan sampah organik, terutama saat musim kemarau, guna mengantisipasi terbentuknya gas metana yang dapat memicu kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....