Debit Air Curug Orak-arik Menyusut saat Kemarau, Petani Terapkan Gilir Air

  • 04 Agt 2026 15:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Musim kemarau mulai berdampak pada sektor pertanian dan pariwisata di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Debit air di sejumlah saluran irigasi dan objek wisata air mengalami penurunan, meski hingga kini aktivitas masyarakat masih dapat berjalan.

Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, mengatakan dampak kemarau paling dirasakan petani di wilayah ujung desa yang mulai kesulitan memperoleh pasokan air untuk sawah. Namun, para petani berinisiatif menerapkan sistem pembagian air secara bergilir agar kebutuhan irigasi tetap terpenuhi.

"Untuk musim kemarau tahun ini memang ada yang terdampak, terutama di wilayah paling ujung yang sudah mulai tidak kebagian air. Tetapi masyarakat saling berbagi, airnya digilir setiap malam atau setiap hari sehingga belum terlalu berdampak," ujarnya.

Selain pertanian, kondisi kemarau juga mulai terlihat di sektor wisata. Menurut Kardi, debit air di Curug Orak-arik mengalami penurunan karena sebagian besar aliran air dialihkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian.

"Kalau Curug Orak-arik debit airnya memang berkurang karena sebagian besar airnya masuk untuk irigasi. Berbeda dengan Curug Jaran yang sumber airnya dari Sungai Pelus sehingga masih stabil," katanya.

Meski debit air menyusut, kunjungan wisata ke Curug Orak-arik disebut masih cukup ramai. Hanya saja, pengelolaan destinasi tersebut dinilai belum maksimal karena awalnya dikembangkan secara swadaya oleh para relawan yang peduli terhadap potensi wisata desa.

Kardi menjelaskan, Pemerintah Desa Kemutug Kidul telah berupaya mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut. Pada 2022, desa memperoleh bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas sebesar Rp200 juta untuk membangun jembatan penghubung dan jembatan swafoto di kawasan Curug Orak-arik.

Ia berharap pengembangan infrastruktur tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendukung perekonomian masyarakat, meski tantangan musim kemarau masih harus dihadapi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....