Purwojati Dilanda Kekeringan, Camat: Seluruh Desa Mulai Rasakan Dampak Kemarau
- 04 Agt 2026 08:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Memasuki puncak musim kemarau, seluruh desa di Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, mulai mengalami dampak kekeringan. Keterbatasan sumber mata air membuat wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan yang paling rentan terhadap krisis air setiap musim kemarau.
Camat Purwojati, Tursiman, S.Sos., mengatakan seluruh 10 desa di wilayahnya telah merasakan dampak musim kemarau. Namun, hingga saat ini kebutuhan air bersih masyarakat masih terbantu melalui jaringan Perumda Air Minum (PDAM) dan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), meski belum menjangkau seluruh wilayah.
"Semua desa di Kecamatan Purwojati sudah mengalami kekeringan. Alhamdulillah sebagian wilayah sudah terlayani jaringan air bersih dari PDAM maupun Pamsimas, tetapi memang belum mencakup seluruh desa," ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah yang telah mendapatkan layanan PDAM di antaranya Desa Karangtalun Kidul, sebagian Desa Purwojati, Karangtalun Lor, Kalurip, serta sebagian Desa Kaliputih dan Kramat. Sementara beberapa wilayah lainnya masih mengandalkan jaringan Pamsimas untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Menurut Tursiman, kondisi geografis menjadi faktor utama yang menyebabkan Kecamatan Purwojati rawan mengalami kekeringan. Wilayah tersebut tidak memiliki sumber mata air yang memadai, sementara sungai-sungai yang ada mulai mengering ketika musim kemarau berlangsung.
"Purwojati memang tidak memiliki sumber mata air yang cukup. Sungai-sungainya juga kering, sementara sumber air di daerah perbukitan semakin berkurang. Karena itu kami sangat membutuhkan pengembangan jaringan air bersih," katanya.
Selain menghadapi ancaman krisis air, pemerintah kecamatan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat pada musim kemarau. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Purwojati telah memperkuat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, hingga pengurus RT.
Sosialisasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan kebakaran terus dilakukan dalam berbagai pertemuan di tingkat desa.
"Kami terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan. Koordinasi juga kami lakukan bersama pemerintah desa, Forkopimcam, dan berbagai organisasi yang ada," katanya.
Tursiman mencontohkan, saat terjadi kebakaran lahan di Desa Karangtalun Kidul beberapa waktu lalu, pihak kecamatan langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas serta relawan kebencanaan. Berkat kerja sama tersebut, kebakaran berhasil dipadamkan meski proses penanganan masih dilakukan secara manual.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat terus diperkuat selama musim kemarau berlangsung. Sehingga dampak kekeringan maupun risiko kebakaran dapat diminimalkan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....