Tim PKM UNU Purwokerto Latih Warga Desa Lesmana Olah Kunyit Bubuk

  • 03 Agt 2026 19:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan pada 25–26 Juli 2026 di Desa Lesmana, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Asman TOGA (Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga) "Ngudi Sehat" sebagai mitra utama dalam pengembangan inovasi produk herbal berbasis potensi lokal.

Program yang mengusung tema "Pemberdayaan Kelompok Asman TOGA Ngudi Sehat melalui Pelatihan Pengolahan Kunyit Bubuk sebagai Produk Herbal Bernilai Ekonomi" bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah tanaman obat keluarga menjadi produk yang memiliki nilai tambah, aman dikonsumsi, dan berdaya saing di pasar.

Pelatihan menghadirkan tim dosen dari Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, yaitu: Ariesta Amanda, S.Pd., M.A sebagai ketua dan anggota Dr. Indah Sulistiyowati, M.Si Gita Anggraini, S.P., M.Si yang memberikan pelatihan teknis mengenai proses produksi kunyit bubuk mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian, pengeringan, penggilingan, pengemasan hingga penyimpanan produk agar memiliki mutu yang baik.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari tim mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto yang berperan aktif dalam mendampingi peserta selama praktik pembuatan kunyit bubuk, membantu proses demonstrasi, diskusi kelompok, hingga evaluasi hasil pelatihan.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya memperoleh materi teoritis, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan kunyit bubuk menggunakan peralatan yang telah disediakan oleh tim PKM. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, mulai dari proses pengolahan hingga pengemasan produk yang siap dipasarkan.

Ketua Tim PKM, Ariesta Amanda, S.Pd., M.A, menyampaikan bahwa Desa Lesmana memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman obat keluarga. Melalui program ini diharapkan masyarakat tidak hanya memanfaatkan TOGA untuk kebutuhan kesehatan keluarga, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi produk unggulan desa yang dapat meningkatkan pendapatan kelompok.

“Selain pelatihan produksi, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai pengemasan produk, pelabelan, strategi pemasaran digital dan konvensional, serta perhitungan biaya produksi dan harga jual, sehingga produk yang dihasilkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang sebagai usaha mikro berbasis masyarakat,” katanya.

Program ini mendapat apresiasi dari anggota Kelompok Asman TOGA Ngudi Sehat, yang menilai pelatihan memberikan pengetahuan baru dan membuka peluang usaha berbasis tanaman herbal lokal. Produk kunyit bubuk yang dihasilkan diharapkan menjadi salah satu produk unggulan kelompok sekaligus mendukung gerakan pemanfaatan tanaman obat keluarga secara berkelanjutan.

Kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini didanai melalui Hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Dukungan pendanaan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya kelompok usaha herbal yang mandiri, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta mendukung penguatan ekonomi masyarakat Desa Lesmana berbasis potensi tanaman obat keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....