Potensi Kopi Liberika Banyumas Dinilai Menjanjikan, Petani Dorong Pengembangan

  • 03 Agt 2026 15:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Potensi pengembangan kopi di Kabupaten Banyumas dinilai masih sangat besar, terutama untuk varietas Liberika yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan kopi robusta. Petani berharap komoditas tersebut mendapat perhatian lebih agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memenuhi kebutuhan pasar.

Ketua Kelompok Petani Kopi Kemawi, Tarjono, mengatakan selama ini budidaya kopi di Banyumas masih didominasi varietas robusta. Menurutnya, teknik budidaya hingga panen yang diterapkan petani juga masih perlu ditingkatkan melalui pendampingan dan edukasi.

"Petani kita masih mengandalkan varietas yang ada dan cara petiknya juga masih seadanya. Padahal Banyumas punya potensi kopi yang sangat besar, termasuk untuk Liberika yang saat ini sedang menjadi tren," ujar Tarjono.

Ia menilai kopi Liberika memiliki prospek ekonomi yang lebih menjanjikan. Selain harga jual yang lebih tinggi dibandingkan robusta, permintaan pasar terhadap kopi jenis tersebut juga terus meningkat.

Tarjono mencontohkan, kopi Liberika dari Kabupaten Temanggung bahkan berhasil digunakan oleh juara dunia barista tahun ini. Menurutnya, kawasan selatan Banyumas, seperti wilayah sekitar Kebasen dan Kalisrayu, juga memiliki hamparan tanaman Liberika yang berpotensi dikembangkan.

"Sayangnya potensi itu belum banyak mendapat sentuhan pengembangan. Padahal Liberika harganya jauh lebih baik dan peluang pasarnya juga sangat besar," katanya.

Saat ini, lanjut Tarjono, harga biji kopi robusta asalan di tingkat petani berkisar Rp50 ribu per kilogram. Sementara itu, kopi Liberika memiliki nilai jual yang lebih tinggi sehingga dinilai dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani.

Ia juga mengungkapkan kebutuhan kopi di Banyumas masih cukup tinggi. Bahkan, sejumlah pelaku usaha kopi di daerah ini masih memasok bahan baku dari Temanggung karena produksi lokal belum mampu memenuhi permintaan.

"Serapannya sangat bagus. Konsumsi kopi di Banyumas masih banyak mengambil dari Temanggung, rata-rata sekitar dua ton setiap bulan. Artinya, kalau produksi Banyumas ditingkatkan, peluang pasarnya sudah tersedia," ujarnya.

Tarjono berharap pengembangan varietas Liberika dapat menjadi perhatian berbagai pihak melalui pendampingan budidaya, peningkatan kualitas pascapanen, serta penguatan pemasaran agar potensi kopi Banyumas dapat berkembang lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....