BPBD Perkuat Sinergi Hadapi Kekeringan dan Karhutla
- 02 Agt 2026 15:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – BPBD Kabupaten Banyumas memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam menghadapi peningkatan ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Kolaborasi dilakukan melalui penanganan kebutuhan air bersih hingga upaya pencegahan karhutla selama musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis mengatakan, hingga 31 Juli 2026 pukul 09.00 WIB, kekeringan telah berdampak pada 10 kecamatan serta 26 desa dan kelurahan. Jumlah masyarakat terdampak mencapai 6.416 kepala keluarga atau 20.918 jiwa.
| Baca juga: BPBD Banyumas Ajukan Status Siaga Kekeringan |
"Ada perkembangan atau eskalasi peningkatan kasus kekeringan di Kabupaten Banyumas, tepatnya di 10 kecamatan terdampak dengan 26 desa dan kelurahan terdampak," kata Abdul Ladjis.
Penanganan kekeringan turut melibatkan dukungan lembaga di luar pemerintah. Salah satunya bantuan 10.000 liter air bersih untuk Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, yang merupakan atensi Dompet Dhuafa Jawa Tengah bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Banyumas.
Di sisi lain, koordinasi lintas instansi juga diperkuat dalam menghadapi ancaman karhutla. BPBD menyebut upaya preventif meliputi penjagaan dan pemantauan wilayah serta rencana patroli bersama di kawasan rawan kebakaran.
"Dalam waktu dekat kami bersama unsur terkait akan mengadakan patroli bersama, utamanya pada daerah-daerah yang rawan terhadap bahaya karhutla," ujarnya.
Langkah tersebut menjadi semakin penting setelah karhutla di Banyumas tercatat mencapai lima kejadian, termasuk kebakaran terbaru di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, dengan luas areal terbakar sekitar empat hektare. Penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, relawan, dan lembaga terkait diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus menekan risiko bencana selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....