287 Kader Posyandu Ikuti Jambore Tingkat Kabupaten Tegal
- 31 Jul 2026 10:43 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Tegal - Perkuat Pelayanan Kesehatan hingga Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kesehatan menggelar Jambore Kader Posyandu tingkat kabupaten tahun 2026 yang dilaksanakan di kawasan stadion Tri Sanja Slawi, Kamis 30 Juli 2026.
Pelaksanaan Jambore Posyandu sendiri sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas, pengetahuan, serta keterampilan para kader posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Kabupaten Tegal, Nilna Almuna Ischak, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Akhmad Uwes Qoroni, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Tegal dr. Ruszaeni, serta ratusan kader posyandu dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Ketua TP Posyandu Kabupaten Tegal, Nilna Almuna Ischak, menyampaikan rasa bangganya dapat bertemu langsung dengan para kader posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Nilna, dedikasi para kader sangat luar biasa karena mereka mendampingi masyarakat dalam berbagai tahapan kehidupan, mulai dari masa kehamilan, persalinan, tumbuh kembang anak, pelayanan kesehatan usia dewasa, lanjut usia, hingga berbagai pendampingan kesehatan lainnya.
Ia menilai peran kader posyandu tidak hanya sebatas memberikan pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi pendamping bagi masyarakat yang membutuhkan edukasi dan perhatian secara berkelanjutan.
"Suatu kebahagiaan bagi saya bisa bertemu dengan para kader posyandu. Perjuangan mereka sangat luar biasa karena selalu mendampingi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan, mulai dari ibu hamil hingga berbagai layanan kesehatan lainnya," ujarnya.
Nilna juga mengaku terharu mendengar cerita dari sejumlah kader yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun namun tetap menunjukkan semangat tinggi dalam menjalankan tugas sebagai relawan kesehatan.
"Kami ingin memberikan penghargaan atas dedikasi mereka. Melalui jambore ini diharapkan semangat para kader semakin meningkat dan mereka bisa saling berbagi pengalaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," Ucap Nilna.
Dalam sesi dialog, sejumlah kader juga menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, salah satunya terkait keterbatasan anggaran yang mendukung operasional kegiatan posyandu.
Menanggapi hal tersebut, Nilna mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tegal, termasuk bersama Bupati dan Dinas Kesehatan, agar persoalan tersebut dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi terbaik.
Ia berharap ke depan dukungan terhadap kader posyandu dapat semakin ditingkatkan, mengingat peran mereka sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
"Perjuangan kader posyandu sangat besar. Karena itu tentu kita ingin memberikan dukungan yang lebih baik ke depannya. Kami akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah agar kebutuhan mereka bisa menjadi perhatian bersama," jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, mengatakan Jambore Kader Posyandu Tahun 2026 diikuti oleh 287 kader yang merupakan perwakilan dari setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Tegal. Seluruh peserta juga didampingi oleh pendamping dari 29 puskesmas.
Menurut Edy, sebelum pelaksanaan jambore, para kader terlebih dahulu mengikuti berbagai perlombaan yang bertujuan mengukur kemampuan dan pengetahuan mereka sebagai kader posyandu. Lomba tersebut telah digelar beberapa hari sebelumnya dan menghasilkan para juara yang kemudian diberikan penghargaan pada acara puncak jambore.
Pada hari pelaksanaan jambore, lanjut Edy, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dikemas secara edukatif dan interaktif.
Kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman antarkader serta berbagai aktivitas yang bertujuan meningkatkan semangat dan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Penghargaan yang diberikan kepada kader berprestasi didasarkan pada hasil penilaian dalam perlombaan keterampilan dan pengetahuan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Penilaian dilakukan melalui serangkaian soal dan uji kompetensi yang mengukur kemampuan kader dalam menjalankan tugasnya."
Edy juga mengungkapkan salah satu inovasi kader yang paling menarik berasal dari Posyandu Desa Warureja. Inovasi tersebut telah mewakili Kabupaten Tegal dalam ajang tingkat Provinsi Jawa Tengah.
"Inovasi dari kader Posyandu Desa Warureja cukup menarik. Mereka memanfaatkan sepeda motor trail untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses saat melakukan kunjungan rumah kepada ibu hamil maupun warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Selain menggunakan motor trail sebagai sarana mobilitas, kader tersebut juga selalu membawa "tas sakti" yang berisi berbagai alat permainan edukatif dan media penyuluhan kesehatan. Peralatan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak dan keluarga, sehingga penyampaian informasi kesehatan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
"Inovasi seperti ini kami dorong agar dapat menjadi inspirasi bagi kader posyandu lainnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," pungkas Edy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....