Sejarah Bumi Hangus Cilacap 1947 Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah
- 27 Jul 2026 19:28 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Peristiwa heroik Bumi Hangus Cilacap 1947 diusulkan menjadi bagian dari materi pembelajaran di sekolah agar dikenal lebih luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian sejarah perjuangan rakyat Cilacap dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Agresi Militer Belanda pasca Proklamasi 1945.
Kepala Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, mengatakan pihaknya telah menyerahkan buku sejarah tersebut kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2025 sebagai bagian dari pembaruan sejarah nasional Indonesia.
"Kami sudah menyerahkan buku kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melengkapi sejarah nasional Indonesia. Sebelum masuk ke sejarah nasional, kami melakukan sosialisasi agar nanti selaras. Untuk menjadi bahan pelajaran juga sudah kami usulkan ke kementerian," katanya.
Ia menjelaskan, jejak peristiwa Bumi Hangus Cilacap hingga kini masih dapat ditemukan di sejumlah lokasi bersejarah. Di antaranya kawasan Nusakambangan, menara pertahanan, pelabuhan yang menjadi lokasi perebutan saat Agresi Militer Belanda, bekas gudang gula yang dibakar pejuang, hingga bangunan yang kini menjadi kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Cilacap.
"Jejaknya masih ada di Nusakambangan, ada menara, pelabuhan yang dulu menjadi area perebutan Belanda untuk menguasai Cilacap, kemudian gudang gula yang dibakar, termasuk gedung Dinas Pariwisata yang berdasarkan dokumen masih merupakan bangunan asli dari masa itu," katanya.
Menurutnya, sejarah Bumi Hangus Cilacap tidak boleh berhenti sebagai catatan dalam buku semata. Ke depan, sejarah tersebut akan dikembangkan melalui digitalisasi dan media film agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi sejarah perjuangan di Cilacap agar tidak hanya diketahui kalangan militer atau pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat mengapresiasi inisiatif TNI Angkatan Laut yang mengangkat kembali sejarah Bumi Hangus Cilacap. Ia mengaku baru mengetahui secara utuh peristiwa tersebut melalui sosialisasi yang digelar.
"Terus terang saya baru tahu tentang Bumi Hangus Cilacap. Ternyata luar biasa perjuangan masyarakat saat itu. Mereka tidak hanya bertempur, tetapi rela membakar aset agar tidak dikuasai penjajah. Menurut saya ini keputusan yang sangat heroik," katanya.
Menurut Taufik, semangat perjuangan masyarakat Cilacap tidak kalah dengan berbagai peristiwa besar dalam sejarah nasional, seperti Pertempuran Surabaya maupun Bandung Lautan Api.
Taufik menilai sejarah Bumi Hangus Cilacap layak menjadi bagian dari kurikulum. Apabila belum masuk dalam kurikulum nasional, menurutnya materi tersebut dapat diajarkan melalui Muatan Lokal (Mulok) di sekolah-sekolah di Kabupaten Cilacap.
"Kalau itu memang sejarah dan fakta, kenapa tidak dimasukkan? Kalau belum masuk kurikulum nasional, kita bisa mulai melalui Muatan Lokal agar anak-anak di Cilacap mengenal sejarah daerahnya sendiri," ujarnya.
Melalui upaya tersebut, diharapkan kisah heroik Bumi Hangus Cilacap 1947 tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk memahami nilai perjuangan, pengorbanan, dan semangat mempertahankan kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....