Baznas Banjarnegara Latih 30 Pelaku Usaha, serta Bantu Modal Usaha Produktif

  • 27 Jul 2026 13:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara menggelar Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif bagi Masyarakat di Kantor Baznas Banjarnegara, Senin (27/7/2026). Program tersebut diikuti 30 peserta terpilih sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ketua III Baznas Banjarnegara, Budiyanto, mengatakan pelatihan difokuskan pada tiga bidang keterampilan yang memiliki peluang usaha cukup besar. Ketiga bidang tersebut meliputi mekanik sepeda motor yang diikuti 10 peserta, pertukangan kayu dengan delapan peserta, serta barbershop atau pangkas rambut yang diikuti 12 peserta.

"Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membuka usaha secara mandiri dan meningkatkan pendapatan keluarga," kata Budiyanto.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program pelatihan tersebut menyerap anggaran sebesar Rp 134 juta. Selain pembekalan keterampilan, Baznas juga menyerahkan bantuan peralatan usaha produktif secara simbolis kepada 32 penerima dengan total nilai Rp 91 juta.

Menurut Budiyanto, bantuan peralatan tersebut disesuaikan dengan jenis pelatihan yang diikuti peserta sehingga mereka dapat langsung memulai usaha setelah menyelesaikan pelatihan.

Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi komitmen Baznas dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara.

"Zakat ini tidak lagi hanya sekadar bantuan konsumtif yang habis dalam seketika. Melalui program ekonomi produktif seperti ini, Baznas telah bertransformasi mengubah mustahik menjadi muzakki di masa depan," ujar Wakhid.

Ia berharap pelatihan beserta bantuan peralatan usaha mampu mendorong masyarakat membangun usaha produktif sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian keluarga.

Dalam kesempatan itu, Wakhid juga menyinggung angka kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara yang saat ini mencapai 13,28 persen atau sekitar 124.000 jiwa. Menurut dia, penanganan kemiskinan membutuhkan data yang akurat serta kolaborasi berbagai pihak, termasuk aparatur sipil negara (ASN), agar program bantuan sosial maupun pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.

"Gotong royong semua pihak sangat diperlukan agar program pemberdayaan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....