Inovasi BAZNAS Cilacap: Integrasikan Pertanian dan Peternakan di Sidareja

  • 26 Jul 2026 14:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Langkah konkrit mendorong kesejahteraan petani lokal dan memperkuat ketahanan pangan kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cilacap meluncurkan program "Rukun Tani Cilacap Makmur" di Desa Kunci, Kecamatan Sidareja, Sabtu (25/7/2026). Program inovatif ini dirancang untuk mengintegrasikan dua sektor krusial pertanian dan peternakan.

Program tersebut merupakan satu ekosistem yang saling mendukung (integrated farming). Guna menyokong produktivitas, BAZNAS memberikan bantuan sarana produksi pertanian modern kepada Kelompok Tani Joyo Kencono.Paket bantuan tersebut mencakup:

Mesin kultivator, mesin penyemprot, Angkong (gerobak sorong), Alat pembuat pupuk organik, dan Benih jagung unggul varietas EnkasumoPenyerahan bantuan secara simbolis, dilanjutkan jajaran BAZNAS bersama para petani langsung terjun ke lapangan untuk memanen jagung varietas Enkasumo di lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Jagung hasil panen tersebut kemudian dirontokkan dan siap didistribusikan ke pengepul.

Ketua BAZNAS Kabupaten Cilacap, Irvan Rahmat, menjelaskan bahwa program ini merupakan penyempurnaan dari program unggulan peternakan yang selama ini sudah berjalan. "Kami menciptakan sebuah ekosistem tempat peternakan dan pertanian menjadi satu kesatuan yang saling menopang. Ketika sektor pangan kuat, kebutuhan pakan ternak otomatis terpenuhi. Ujungnya, kesejahteraan petani dan peternakan meningkat, serta ketahanan pangan masyarakat makin kokoh," ujar Irvan.

Ia menambahkan, Desa Kunci diproyeksikan menjadi pilot project (proyek percontohan) yang siap direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Cilacap, sekaligus menjadi pemicu lahirnya generasi muda yang bangga terjun ke dunia tani. Diharapkan dampak nyata dari program tersebut membuka lapangan kerja dan hidupkan Petani milenial.

Manfaat dari program ini dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Rudyanto, salah satu anggota Kelompok Tani Joyo Kencono, mengungkapkan rasa syukurnya atas alih kelola lahan yang terbukti membuahkan hasil manis.

"Sebelumnya lahan ini ditanami ubi, lalu kami beralih ke jagung dan hasilnya sangat menjanjikan. Dari lahan seluas 400 ubin saja, estimasi hasilnya bisa mencapai 3 ton," ungkap Rudyanto yang mengelola total lahan seluas 2 hektare.

Program ini tidak hanya membantu petani, tapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. "Ibu-ibu di sini bisa ikut bekerja dan mendapat penghasilan dari proses pemipilan jagung," tambahnya.

Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Desa Kunci. Kepala Desa Kunci, Satrio Sakti Wibowo, mengapresiasi BAZNAS yang dinilai berhasil memantik semangat petani muda/milenial di desanya untuk memanfaatkan teknologi pertanian.

Meski menyambut baik keberhasilan panen ini, Satrio tak menampik masih adanya ganjalan utama yang dihadapi para petani di Desa Kunci, yakni ancaman kekeringan saat musim kemarau. "Meskipun wilayah Desa Kunci dilalui saluran irigasi primer Cihaur, jangkauannya belum mencakup seluruh area. Masih terdapat sekitar 13 blok sawah tadah hujan serta kawasan perkebunan jagung, singkong, dan kacang tanah yang sangat bergantung pada curah hujan", ujarnya.

Oleh karena itu, pihak Pemdes Kunci berharap adanya sinergi lanjutan berupa bantuan pembangunan sumur bor demi menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun.

Acara peluncuran program dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti perwakilan KPH Banyumas Barat, KRPH Sidareja, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, General Manager PT Sumber Segara Primadaya Cilacap, Camat Sidareja, serta tokoh masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....