Pedagang di Purbalingga Akui Kenaikan Harga Daging Sapi Membuat Penjualan Turun

  • 25 Jul 2026 14:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Harga daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Purbalingga yang mengalami kenaikan dari 140 ribu rupiah menjadi Rp 150 ribu per kilogram (kg) pasca-Idul Adha, diakui pedagang membuat daya beli masyarakat menurun dan penjualan pedagang ikut terjun bebas.

Pedagang daging di Pasar Badhog Bancar, Jayanti mengaku harga daging sapi naik sejak dua pecan setelah idul adha, yakni bertahap dari 140 ribu rupiah naik di harga 145 ribu rupiah dan saat ini 150 ribu rupiah per kilo gram.

"Kenaikan Rp 10 ribu per kg ini jadi bikin penjualan daging sapi saya sepi," katanya.

Jayanti mengakui, sejak harga daging sapi naik, penjualan turun tajam yakni sebelum naik, sehari bisa terjual 15-20 kilogram, sedangkan saat ini ia merasa kesulitan untuk menjual 5 kilo gram daging sapi sampai habis.

"Saya gak tau ya penyebab pastinya apa, yang pasti sekarang kan ekonomi lagi sulit, pengeluaran rumah tangga juga banyak terserap untuk kebutuhan masuk sekolah, beroperasinya dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur kemarin juga pengaruh," ujarnya.

Kondisi serupa juga dialami Pedagang daging sapi di Pasar Bukateja, Rasiyani, mengatakan, mengaku semakin sulit menghabiskan stok dagangan karena pembeli terus berkurang.

Jika sebelumnya, ia mampu menjual 3-4 kilogram daging dalam sehari, kini stok empat kilogram baru habis dalam tiga hari.

"Jangankan satu kilo, hanya ada yang beli sekitar 250 gram dalam sehari ya saya ngalamin," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....