MUI Banyumas Tegaskan Komitmen Wujudkan Masyarakat Banyumas Lebih Sehat

  • 24 Jul 2026 17:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat peran keluarga, tokoh agama, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun masyarakat yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual. Ajakan tersebut mengemuka dalam Sarasehan MUI Indonesia bertajuk "Komitmen Bersama Mewujudkan Masyarakat Banyumas yang Lebih Sehat" yang digelar di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas, Jum'at (24/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Banyumas, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, akademisi, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat. Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Banyumas Menolak Perilaku dan Promosi LGBT.

Deklarasi tersebut berisi komitmen menolak segala bentuk perilaku, praktik, kampanye, promosi, maupun upaya normalisasi LGBT yang dinilai bertentangan dengan nilai agama, moral, budaya, dan norma hukum. Selain itu, deklarasi juga mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan, dakwah, pembinaan moral, dan literasi digital yang sehat.

Guru Besar UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Abdul Roqib, mengatakan kesehatan masyarakat tidak hanya diukur dari kondisi fisik, tetapi juga kesehatan batin dan rohani. Menurutnya, berbagai persoalan sosial perlu dihadapi melalui pendekatan edukatif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Ia menilai tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda memiliki peran strategis karena suara mereka masih menjadi panutan masyarakat.

"Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda sangat penting. Ketika semua tokoh menyuarakan hal yang sama, masyarakat akan memberikan perhatian. Walaupun mungkin tidak seratus persen mencegah, setidaknya akan ada banyak orang yang mendapatkan manfaat," ujarnya.

Roqib juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengenali perubahan perilaku anggota keluarga sejak dini. Menurutnya, kepedulian harus dibangun dengan pendekatan yang bijaksana, bukan dengan prasangka.

"Peduli dengan keluarga kita, anak-anak kita, cucu kita, dan tetangga kita supaya mereka tidak terjerumus. Jika mulai terlihat perubahan perilaku, kita perlu lebih waspada dan hati-hati, tetapi jangan langsung mencurigai mereka," katanya.

Sementara itu, Pengurus MUI Kabupaten Banyumas, Drs. K.H. Taefur Arofat, M.Pd.I., menilai edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai ruang, baik di lingkungan keagamaan, komunitas, maupun media informasi. Menurutnya, pendekatan yang melibatkan tokoh agama dan pemerintah secara langsung akan lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat.

"Yang paling efektif adalah melakukan penyadaran pada momen-momen strategis, baik di tempat ibadah maupun di komunitas masyarakat. Kehadiran tokoh agama dan pemerintah membuat masyarakat merasa tersapa sehingga tumbuh kesadaran untuk menjaga nilai-nilai kehidupan bersama," katanya.

Ia menambahkan, penyebarluasan pesan edukasi melalui berbagai media juga perlu diperkuat agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga ketahanan keluarga dan nilai-nilai moral.

Melalui sarasehan dan deklarasi tersebut, MUI Kabupaten Banyumas berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, religius, dan berkarakter. (Siti Nuriyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....