MUI Banyumas Ajak Semua Elemen Bersinergi Cegah Perilaku LGBT

  • 24 Jul 2026 16:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas mengajak semua elemen masyarakat untuk bersinergi mencegah perilaku LGBT. Ajakan ini muncul dalam forum penolakan LGBT yang dihadiri tokoh agama, aparat pemerintah, dan generasi muda.

Tokoh agama yang hadir menegaskan, pembiaran terhadap LGBT sama dengan menyetujui penodaan martabat dan naluri kemanusiaan. Ia menilai, jika tokoh agama membiarkan kondisi ini, kerusakan akan meluas. Dampaknya, menurutnya, tidak hanya menimpa pelaku, tapi seluruh kehidupan.

"Tokoh agama mana pun sepakat memperlakukan persoalan LGBT ini dengan merujuk pada ayat dan dasar kitab suci, serta analisis sosiologis dan antropologis," ujarnya.

Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rubi, menyoroti pentingnya mitigasi risiko perilaku seks bebas, termasuk perilaku seks LGBT yang menurutnya kian marak.

Rubi menyebut dua langkah utama untuk melindungi anak-anak dari perilaku tersebut. Pertama, edukasi soal risiko perilaku seks menyimpang harus disampaikan secara jelas. Kedua, lingkungan sosial perlu diperkuat agar mampu menolak perilaku menyimpang begitu muncul.

"Pastikan lingkungan sosial kita bisa menolak ketika ada perilaku menyimpang," katanya.

Generasi muda turut ambil bagian dalam forum ini. Salah satunya Alif. Ia mengikuti forum karena melihat dampak nyata LGBT dan HIV/AIDS di lapangan.

"Dampak dari LGBT ini benar-benar mewabah dan berbahaya hingga saat ini," kata Alif.

Alif berharap bukan hanya pemerintah yang bergerak. Masyarakat secara umum, menurutnya, juga perlu waspada dan mampu mengelola diri agar terhindar dari LGBT maupun seks bebas. Ia berharap langkah ini bisa menekan angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas setiap tahun.

"Saya harap kasus HIV/AIDS bisa terus menurun setiap tahun di Kabupaten Banyumas," tutur Alif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....