PBD Banyumas Perkuat Mitigasi Usai Empat Kasus Karhutla di Banyumas

  • 25 Jul 2026 08:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - BPBD Kabupaten Banyumas mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Hasil evaluasi di lapangan menunjukkan sebagian besar kejadian karhutla di Banyumas dipicu oleh faktor kelalaian manusia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan hingga 20 Juli 2026 telah terjadi empat kejadian karhutla di Banyumas. Tiga di antaranya dipicu oleh aktivitas masyarakat seperti membakar sampah, penggunaan api di lahan, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan.

"Dari empat kejadian, tiga lebih kepada faktor kelalaian. Karena itu kami mengimbau masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di lahan, terutama pada musim kemarau ketika rumput dan semak dalam kondisi kering sehingga mudah terbakar," ujar Abdul Ladjis.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan BPBD telah memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai langkah antisipasi karhutla. Selain itu, rekomendasi penetapan status siaga kekeringan dan karhutla juga telah diajukan kepada Bupati Banyumas.

"Kami sudah melakukan koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi karhutla, termasuk mengajukan rekomendasi status siaga kepada Bupati Banyumas," kata Dwi Irawan.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di lahan terbuka, memastikan api unggun benar-benar padam setelah digunakan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko karhutla selama puncak musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....