Musim KKN Dongkrak Usaha Rental Mobil Berbasis Kemitraan
- 23 Jul 2026 15:38 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Musim Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung di sejumlah kampus rupanya tidak hanya menyibukkan mahasiswa, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha jasa transportasi lokal. Salah satunya dirasakan oleh Diki Ramdani, pemilik usaha rental mobil De erTour & Rent Car, yang menjalankan bisnisnya lewat sistem kemitraan dengan pemilik kendaraan.
Diki mulai merintis usaha ini sejak sebelum menyelesaikan studi sarjananya, diawali dari jasa angkut barang. Setelah lulus kuliah, ia kemudian fokus mengembangkan usaha rental mobil secara lebih serius selama lebih dari dua tahun terakhir.
"Ngambil kemitraan, kita punya rekanan misalkan khusus mobil keluarga terus mobil besar, kita itu ada tempat sendiri nyari harga yang paling cocok dan menguntungkan buat kita," ujar Diki.
Berbeda dari usaha rental pada umumnya, Diki tidak memiliki armada mobil sendiri. Melalui De erTour & Rent Car, ia menjalankan bisnisnya dengan menggandeng sejumlah pemilik kendaraan sebagai mitra, mulai dari mobil keluarga hingga kendaraan berkapasitas besar.
Model bisnis ini memungkinkannya menjalankan usaha tanpa harus menanggung beban modal pembelian armada di awal, sekaligus fleksibel dalam menyesuaikan jenis kendaraan dengan kebutuhan pelanggan. Diki mengungkapkan, musim KKN memberikan dampak nyata terhadap peningkatan permintaan jasa yang ia tawarkan. Setidaknya ada tiga sektor utama yang mendongkrak order selama periode tersebut.
Pertama, kebutuhan mahasiswa untuk mengangkut barang menjelang keberangkatan KKN. Kedua, permintaan dari dosen pembimbing lapangan (DPL) yang membutuhkan layanan antar-jemput maupun jasa sopir saat melakukan kunjungan ke lokasi KKN.
Ketiga, kebutuhan transportasi untuk kegiatan-kegiatan yang melibatkan relasi kampus, termasuk program KKN Nusantara dan kegiatan kolaborasi antarkampus yang tahun ini turut ia tangani.
"Sektor pengangkutan barang KKN, itu kan kita harus branding usaha kita biar teman mahasiswa tahu kita ada jasa ini. Sektor kedua pihak dosen DPL yang mau kunjungan butuh driver, bisa driver saja, bisa sewa, dan bisa jasa driver," katanya.
| Baca juga: 555 Mahasiswa Unsoed KKN di Purbalingga |

Untuk kebutuhan yang sifatnya jarak jauh maupun mengangkut barang dalam jumlah besar, Diki biasanya menyiapkan kendaraan berkapasitas lebih besar sesuai permintaan pelanggan. Ia menambahkan, durasi dan jenis layanan yang digunakan mahasiswa KKN sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing, sehingga pihaknya lebih dulu meminta rincian kebutuhan pelanggan sebelum memberikan estimasi waktu dan biaya.
Di balik peningkatan permintaan, Diki mengaku menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga ketersediaan kendaraan dari para mitra, terutama saat momen-momen dengan permintaan tinggi seperti akhir pekan, libur Lebaran, dan musim liburan panjang.
"Weekend, Lebaran, liburan itu paling meningkat dibanding hari biasa, ya kita manajemen kendaraan biar pangsa pasarnya tetap terpenuhi," katanya.
Untuk menjaga keberlangsungan kerja sama dengan para mitra pemilik mobil, Diki mengaku mengandalkan pengalaman dan relasi yang ia bangun sejak awal merintis usaha. Menurutnya, pasar jasa rental di lingkungan kampus saat ini masih terbuka, khususnya di kalangan dosen, sementara segmen di luar kampus masih dalam tahap penjajakan yang lebih selektif.
Soal tarif, Diki menyebutkan kisaran harga sewa mobil bervariasi tergantung jenis kendaraan dan musim. Untuk mobil keluarga seperti Avanza atau Innova, tarif normal berkisar Rp350.000 hingga Rp650.000 per hari tergantung tipe, sementara mobil kecil seperti Ayla berkisar Rp250.000 hingga Rp300.000 per hari.
"Biasanya ada di hari besar saja harganya bisa dua kali lipat, hari biasa 350 bisa jadi 600 sampai 650," ujarnya.
Ia juga menetapkan masa sewa minimal tiga hari untuk setiap transaksi. Sebagai bagian dari sistem keamanan transaksi, Diki menerapkan syarat jaminan berupa KTP dan SIM C yang ditahan, SIM A yang difoto, serta STNK sepeda motor yang dititipkan selama masa sewa, kecuali untuk pelanggan yang sudah memiliki rekam jejak kredibel.
Meski telah berjalan lebih dari dua tahun dan menunjukkan geliat positif terutama saat musim KKN, Diki mengaku usaha ini belum menjadi sumber penghasilan utamanya. Ia menilai bisnis rental mobil membutuhkan modal dan risiko yang cukup besar, sehingga ia memilih untuk terus mempelajari seluk-beluk usaha ini secara bertahap.
"Harapannya jika aku ditakdirkan untuk bisnis ini, ya aku akan perjuangkan terus, dari sisi manajerial akan diperbaiki," ucapnya.
Geliat usaha seperti yang dijalankan Diki menunjukkan bagaimana aktivitas akademik seperti KKN turut memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha jasa transportasi di sekitar lingkungan kampus. Sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kalangan muda melalui model bisnis kemitraan yang minim modal awal. (Siti Nuriyah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....