Sumur Mengering, Warga Karanggintung Andalkan Sumur Manten dan Bantuan Air Bersih
- 22 Jul 2026 13:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO,ID, Cilacap : Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu. Sejumlah sumur warga mengering sehingga masyarakat harus mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sekretaris Desa Karanggintung, Aris Yulianto mengatakan jika setiap musim kemarau, hampir setiap tahun mengalami kekeringan saat musim kemarau. Setidaknya terdapat tiga dusun yang kerap terdampak, yakni Dusun Pagergunung, Dusun Karanggintung, dan Dusun Karangtawang, dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 1.600 jiwa.
Menurutnya, hingga kini wilayah tersebut belum terjangkau jaringan PDAM sehingga masyarakat masih bergantung pada sumber air alami, seperti sumur maupun sungai.
"Kalau musim kemarau warga kesulitan air karena PDAM belum menjangkau Desa Karanggintung," katanya kepada RRI, pada Selasa (21/7/2026).
Selama kemarau, warga biasanya membuat sumur sederhana di tepi Sungai Cikranji Girang untuk memperoleh air. Air dari sumur tersebut umumnya digunakan untuk mandi dan mencuci, sedangkan kebutuhan minum dan memasak mengandalkan mata air di Sumur Manten yang debitnya sangat kecil.
"Untuk kebutuhan minum dan masak ada Sumur Manten, tetapi mata airnya kecil sehingga warga harus antre cukup lama," kata Aris.
Sebagian warga juga terpaksa membeli air minum isi ulang dengan harga sekitar Rp5.000 per galon untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga.
Aris mengungkapkan, pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan air bersih untuk dua dusun, yakni Dusun Sindang Raja dan Dusun Pagergunung. Satu tangki air bersih atau sebanyak 6000 liter sudah dikirimkan dari PMI Cilacap bagi warga Dusun Sindang Raja RT 7 RW 4.
"Sumur-sumur di wilayah Sindang Raja RT 7 RW 4 sudah kering, sudah tidak ada air. Makanya warga meminta bantuan air bersih, dan Alhamdulillah sudah dikirim PMI Cilacap," ujarnya.
Ia berharap bantuan air bersih dapat disalurkan secara rutin selama musim kemarau. Menurutnya, idealnya setiap dusun memperoleh pasokan air bersih setiap tiga hari sekali.
"Harapan warga tentu bantuan bisa rutin, misalnya satu dusun mendapat distribusi setiap tiga hari sekali. Kami memahami yang membutuhkan air tidak hanya Desa Karangginting," ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Cilacap, hingga 21 Juli 2026 sudah dikirimkan sebanyak 96 tangki atau sebanyak 496 ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Jumlah tersebut, 60 tangki diantaranya dikirimkan oleh BPBD Cilacap, 32 tangki oleh PMI Cilacap, dan 4 tangki CSR Siaga Peduli.
Air bersih ini didistribusikan ke 15 desa di 9 kecamatan, yakni Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Kampung Laut, Adipala, Wanareja, Kawunganten dan Bantarsari. Air bersih telah dimanfaatkan sekitar 4.721 kepala keluarga atau sebanyak 15.492 jiwa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....