Tiga Desa di Kemranjen Alami Krisis Air Bersih
- 16 Sep 2026 09:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Kekeringan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Tiga desa saat ini telah mengajukan bantuan distribusi air bersih karena sumber air warga mulai terbatas.
Camat Kemranjen, Ika Suprihatin mengatakan, tiga desa yang telah meminta bantuan air bersih yakni Desa Kedungpring, Karangsalam, dan Karanggintung.
“Ini berdasarkan hasil laporan, mungkin ada beberapa desa yang kekeringan juga, tapi tidak sampai minta bantuan air berarti masih bisa teratasi, karena beberapa desa kan punya PAMSIMAS, ada yang masih cukup,” kata Ika saat diwawancara RRI pada Rabu (16/9/2026).
Menurut Ika, bantuan air bersih disalurkan melalui BPBD, PMI, maupun dukungan CSR. BPBD juga meminjamkan tandon untuk menampung air di sejumlah titik distribusi.
Di Desa Kedungpring, tersedia tandon berkapasitas dua ribu liter. Sementara di Desa Karangsalam terdapat dua tandon berkapasitas lima ribu liter dan 750 liter. Adapun di Desa Karanggintung tersedia tandon berkapasitas 750 liter.
Ika menjelaskan, distribusi air dilakukan secara bergiliran setiap tiga hingga empat hari. Dalam satu kali dropping, BPBD menyalurkan sekitar lima ribu liter air bersih.
“Kalau sekali bantuan, memberikan bantuan itu sebesar 5.000 liter pada satu kali dropping air, itu dari BPBD 5.000 liter,” jelasnya.
Untuk Desa Kedungpring, distribusi dilakukan di Dusun Dua, meliputi RW tiga dan RW empat. Di Desa Karangsalam, bantuan menyasar sejumlah RT di Dusun satu, dua, dan tiga. Sementara di Desa Karanggintung, distribusi dilakukan di RT empat dan lima RW enam serta RT satu dan dua RW satu.
Pemerintah Kecamatan Kemranjen terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan tetap terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....