Dampak Kemarau, Lahan Pertanian Kering dan Terancam Gagal Panen
- 21 Jul 2026 09:55 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Musim kemarau mulai berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Banyumas. Sedikitnya sekitar 7.000 hektare lahan pertanian masuk kategori rawan kekeringan dan berpotensi mengalami gagal panen apabila pasokan air tidak segera terpenuhi.
Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga produktivitas tanaman, mulai dari bantuan pompa air hingga pembangunan sarana irigasi.
"Masalah kekeringan berarti soal kurangnya air. Karena itu kami mengoptimalkan sumber daya air permukaan, ditampung kemudian dipompa ke sawah. Tahun ini, bersama pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah kecamatan, kami mendorong percepatan program perpompaan," kata Arif.
Menurut Arif, wilayah yang menjadi prioritas penanganan berada di Kecamatan Purwojati, Wangon, Rawalo, Tambak, dan Sumpiuh. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai daerah yang kerap mengalami keterbatasan pasokan air saat musim kemarau.
"Lahan pertanian yang rawan kekeringan sekitar 7.000 hektare. Tahun ini kami menargetkan pembangunan sarana penyediaan air untuk sekitar 3.500 hektare sebagai tahap awal," jelasnya.
Ia menjelaskan, kelompok tani yang memiliki sumber air permukaan dan lahannya mulai mengalami kekeringan dapat segera mengajukan bantuan pompa kepada Dinpertan Banyumas. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan tanaman agar tidak mengalami puso atau gagal panen.
Selain bantuan pompa, pemerintah juga tengah membangun infrastruktur pendukung berupa sumur pompa air tanah dalam, jaringan perpipaan, serta pengembangan irigasi di sejumlah kawasan pertanian yang selama ini menjadi langganan kekeringan.
"Perlindungan melalui asuransi pertanian juga terus kami dorong agar petani memiliki jaminan apabila terjadi gagal panen akibat bencana, termasuk kekeringan," ujarnya.
Ia mengimbau petani agar tidak menunggu hingga tanaman mengalami kerusakan. Kelompok tani yang membutuhkan bantuan dapat berkoordinasi melalui penyuluh pertanian di masing-masing wilayah, kantor kecamatan, atau langsung menghubungi Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....