Sampah Rumah Tangga Kerap Sumbat Irigasi Bendung Slinga

  • 21 Jul 2026 08:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURBALINGGA – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Purbalingga mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke saluran irigasi pertanian dan sungai, sebab penumpukan sampah, terutama sampah rumah tangga, dinilai semakin memprihatinkan dan mulai mengganggu pasokan air bagi lahan pertanian.

Kepala Bidang Prasarana dan SDM Pertanian Dinpertan Purbalingga, Budi Prayitno, mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan sejak April hingga Juli, timbunan sampah di saluran irigasi terus terjadi setiap hari sehingga berdampak langsung pada distribusi air dari Bendung Slinga.

"Air sedang berkurang, lalu ada saluran irigasi yang terganggu sampah, tentu sangat disayangkan. Setelah kita monitor dari bulan April sampai Juli ini, kondisi sampah di saluran irigasi maupun sungai sangat memprihatinkan, terutama sampah rumah tangga," ujar Budi.

Budi menjelaskan, meskipun debit air yang dibuka dari Bendung Slinga mencapai 10 meter kubik per menit , aliran air yang sampai ke lahan pertanian berkurang hingga 5 persen akibat tersumbat sampah.

"Padahal, keberadaan Bendung Slinga memegang peranan vital bagi sektor pertanian di beberapa kecamatan di Purbalingga, yakni Irigasi Slinga Timur mengairi lahan sawah di wilayah Kecamatan Kaligondang, sebagian Kejobong, Bukateja, hingga Kemangkon," terangnya

"Kemudian, irigasi Slinga Barat mengaliri wilayah Purbalingga, Kalimanah, hingga memberi suplai air sampai ke Kemangkon," katanya lagi.

Dijelaskan Budi, untuk menjaga kelancaran arus air, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan bersama masyarakat dan kelompok tani rutin melakukan pembersihan, selain itu 10 petugas operasional di Bendung Slinga setiap hari kerja membersihkan saluran yamg tersumbat sampah.

"Sebelum bulan Juli, rutin setiap hari Jumat dilakukan kerja bakti bersama petugas operasional. Pada hari Sabtu dan Minggu, biasanya kelompok tani yang turun tangan membersihkan. Pembersihan dilakukan setiap hari, tapi karena sampah terus dibuang setiap hari, timbunan sampah selalu muncul kembali," tambahnya.

Budi menambahkan, menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Purbalingga meminta kesadaran penuh dari seluruh lapisan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, agar tidak lagi menjadikan sungai dan saluran irigasi sebagai tempat pembuangan sampah akhir.

Budi berharap desa-desa dapat mengoptimalkan pengelolaan sampah agar timbunan sampah tidak merugikan suplay air ke lahan sawah para petani.

"Imbauannya kepada seluruh warga masyarakat Purbalingga, terutama ibu rumah tangga, mari jangan buang sampah di saluran air. Harapannya, pengelolaan sampah dapat dilakukan di masing-masing desa atau masyarakat bisa mengolahnya secara mandiri," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....