Gandeng DLH, KKN UIN Saizu Edukasi Warga Bukateja tentang Pengelolaan Sampah
- 20 Agt 2026 21:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Kelompok 52 menggelar sosialisasi pengelolaan sampah bagi masyarakat Desa Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Rabu, (19/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bukateja tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga. Sosialisasi menyasar perangkat desa, PKK, serta perwakilan masyarakat dari sejumlah wilayah di Desa Bukateja.
Ketua KKN UIN Saizu Desa Bukateja Kelompok 52, Wahyu Nurhidayat, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi persoalan pengelolaan sampah yang masih dihadapi masyarakat.
Menurutnya, Desa Bukateja belum memiliki tempat pembuangan sampah yang memadai. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih membakar, menimbun, bahkan membuang sampah ke sungai.
"Karena dari desa tidak ada tempat pembuangan sampah dan masyarakat masih bingung cara menangani sampah. Kebanyakan masih membakar, menanam, dan sebagian membuang sampah di sungai," ujarnya.
Wahyu mengatakan pihaknya menggandeng DLH Purbalingga karena memiliki kompetensi dalam memberikan edukasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat mendorong masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik serta mengolahnya dengan cara yang lebih tepat.

Sementara itu, Kepala Desa Bukateja, Sugiharto, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN UIN Saizu. Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.
"Harapannya masyarakat semakin sadar untuk menangani sampah. Sampah itu dari keluarga, kemudian lingkungan RT, dan akhirnya desa," katanya.
Sugiharto menyebut Desa Bukateja masih memiliki keterbatasan sarana pengelolaan sampah. Pemerintah desa juga mempertimbangkan pengembangan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.
Salah seorang warga, Ina dari RT 3 RW 6 Desa Bukateja, mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti sosialisasi. Ia memahami dampak kebiasaan membakar sampah yang selama ini masih dilakukan sebagian warga.
"Memang masih banyak warga di Desa Bukateja yang mengelola sampah dengan cara dibakar karena menjadi solusi tercepat untuk menghilangkan sampah," ujarnya.
Ina berharap edukasi tersebut mendorong warga lebih bijak dalam mengelola sampah, terutama karena Desa Bukateja masih memiliki keterbatasan tempat penampungan sampah.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Saizu Kelompok 52 berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan mulai dari tingkat rumah tangga sehingga pengelolaan sampah di Desa Bukateja menjadi lebih terarah dan berkelanjutan. (Ilham Falih Qushoyyi).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....