Mahasiswa KKN UNUGHA Dampingi Kegiatan Rashdul Kiblat di Desa Kedunggede Lumbir
- 18 Jul 2026 10:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap turut mendampingi pelaksanaan kegiatan Rashdul Kiblat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kedunggede bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumbir. Kegiatan ini dilaksanakan di dua masjid di Desa Kedunggede, yaitu Masjid Baitussalam dan Masjid Baitul Yamani.
Rashdul Kiblat merupakan fenomena astronomi ketika Matahari berada tepat di atas Ka'bah. Dalam ilmu falak, fenomena ini dikenal dengan istilah Istiwa A'zam. Pada saat tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah tepat ke Ka'bah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk memverifikasi arah kiblat masjid, musala, maupun rumah secara akurat.
Fenomena Rashdul Kiblat hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, umumnya pada bulan Mei dan Juli. Pada tahun ini, fenomena tersebut berlangsung pada pukul 16.27 WIB, sehingga seluruh proses pengukuran telah dipersiapkan sebelum waktu tersebut agar pengamatan dapat dilakukan secara tepat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Takmir Masjid Baitussalam, Ahmad Subagyo, Sekretaris Desa Kedunggede sekaligus Sekretaris MWCNU Lumbir, Jono dan perwakilan dari KUA Kecamatan Lumbir Setiyono, serta mahasiswa KKN UNUGHA Cilacap yang membantu jalannya kegiatan di kedua lokasi yaitu masjid Baitussalam dan Masjid Baitul Yamin di Desa Kedunggede Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas
Mahasiswa KKN berperan dalam membantu persiapan alat, mendokumentasikan kegiatan, serta mendampingi proses verifikasi arah kiblat bersama petugas dari KUA Kecamatan Lumbir. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi sarana pembelajaran mengenai ilmu falak dan penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadi berdasarkan hasil verifikasi, arah kiblat Masjid Baitul Yamani dinyatakan telah sesuai dengan arah kiblat yang sebenarnya, sehingga tidak diperlukan perubahan pada saf salat maupun penanda arah kiblat yang telah ada,” ungkap Setiyono, perwakilan KUA Kecamatan Lumbir. Sementara itu, hasil pengukuran di Masjid Baitussalam menunjukkan bahwa arah kiblat belum sepenuhnya sejajar dengan arah Ka'bah, sehingga diperlukan penyesuaian.
Bersama petugas KUA Kecamatan Lumbir, mahasiswa KKN kemudian membantu memberikan tanda arah kiblat yang baru menggunakan benang dan lakban sebagai acuan sementara agar pengurus masjid dapat melakukan penyesuaian saf salat sesuai hasil pengukuran.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Kedunggede dan KUA Kecamatan Lumbir berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari penyempurnaan pelaksanaan ibadah. Sinergi antara pemerintah desa, KUA, pengurus masjid, dan mahasiswa KKN UNUGHA juga menjadi wujud nyata kolaborasi dalam memberikan edukasi keagamaan kepada masyarakat. (Azka)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....