Sekolah Tanpa Internet di Banyumas Dapat Bantuan Tablet Edukasi

  • 14 Jul 2026 11:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Sebanyak 250 tablet edukasi akan disalurkan ke sekolah dasar (SD) di wilayah blank spot atau yang belum memiliki akses internet di Kabupaten Banyumas.

Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pembelajaran sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.

Penyaluran bantuan disampaikan perwakilan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen TNI (Purn.) Dr. Teguh Arief, saat Upacara Pembukaan MPLS Ramah Tingkat Kabupaten Banyumas di Pendopo Sipanji, Senin (13/7/2026).

Teguh Arief mengatakan, tablet edukasi diprioritaskan bagi siswa SD kelas 1 hingga kelas 3 di sekolah-sekolah yang belum terjangkau jaringan internet. Meski tanpa koneksi internet, perangkat tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk belajar karena telah dilengkapi materi pembelajaran yang terintegrasi dengan kurikulum.

"Khusus untuk tablet, kami peruntukkan bagi anak-anak SD kelas 1 sampai kelas 3 dengan kriteria sekolah yang belum ada jaringan internet. Di dalam perangkat tersebut sudah tertanam program-program pembelajaran untuk anak sekolah, sehingga tanpa mengakses internet pun mereka sudah bisa belajar menggunakannya secara langsung," ujarnya.

Selain tablet edukasi, Program Bantuan Presiden juga menghadirkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi anak penyandang disabilitas netra. Perangkat tersebut mampu membantu pengguna membaca buku maupun mengenali pecahan uang dalam waktu sekitar satu hingga tiga detik melalui keluaran suara.

"Kacamata inovatif ini dirancang khusus untuk mempermudah aktivitas membaca buku serta mengenali mata uang dalam waktu singkat, hanya sekitar 1 hingga 3 detik. Informasi visual tersebut kemudian dikonversi menjadi suara yang dapat didengarkan langsung melalui pengeras suara internal maupun earphone," ucapnya.

Selain menghadirkan dukungan teknologi, pemerintah juga terus memperkuat infrastruktur pendidikan melalui program perbaikan sanitasi sekolah atau jambanisasi yang dilaksanakan secara bertahap.

"Pada tahap awal, pemerintah menyasar 10 sekolah yang memiliki fasilitas sanitasi rusak, belum memadai, atau mengalami kekurangan rasio toilet akibat jumlah siswa yang sangat banyak," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie mewakili Bupati Banyumas membuka MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Ia menegaskan, pelaksanaan MPLS kini mengedepankan pendekatan yang humanis, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Menurut Agus, pola pembinaan dengan bentakan atau intimidasi sudah tidak relevan diterapkan di lingkungan sekolah. Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman agar peserta didik dapat mengembangkan karakter, kreativitas, serta potensi dirinya sejak hari pertama masuk sekolah.

“Sekolah bukan lagi sekadar tempat untuk mengejar nilai akademik, melainkan ruang aman yang mendukung tumbuh kembang karakter, kreativitas, dan rasa aman bagi anak," ujar Agus.

Menurutnya, pelaksanaan MPLS Ramah merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

"Melalui pendekatan yang harmonis dan menghormati hak-hak anak, sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman awal yang positif sehingga peserta didik tumbuh menjadi pelajar yang tangguh, kritis, kreatif, mandiri, serta memiliki karakter yang kuat," katanya.

MPLS Ramah di Kabupaten Banyumas berlangsung pada 13–17 Juli 2026 dan diikuti seluruh satuan pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK hingga madrasah. Program tersebut menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter dalam suasana belajar yang ramah anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....