Gerbeg Suran Baturraden Dinilai Mampu Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya

  • 11 Jul 2026 10:34 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Tradisi Gerbeg Suran Baturraden dinilai memiliki daya tarik tersendiri sebagai agenda budaya sekaligus destinasi wisata di Kabupaten Banyumas. Selain lahir dari inisiatif masyarakat, tradisi ini juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi ruh pelaksanaannya.

Pegiat wisata Banyumas, Tekad Santosa, mengatakan Gerbeg Suran Baturraden berbeda dengan tradisi budaya lainnya karena seluruh konsep, gagasan, hingga pelaksanaannya tumbuh dari masyarakat. Hal tersebut membuat tradisi ini memiliki karakter yang kuat sekaligus menjadi identitas kawasan wisata Baturraden.

"Gerbeg Suran Baturraden lahir dan tumbuh dari masyarakat. Ide, gagasan, hingga isi kegiatannya ditentukan oleh masyarakat sendiri sehingga memiliki daya tarik yang khas," ujarnya.

Menurut Tekad, sektor pariwisata memiliki cakupan yang luas sehingga berbagai aktivitas budaya dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata. Melalui Festival Gerbeg Suran Baturraden, masyarakat tidak hanya diajak melestarikan budaya, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

Ia menilai, penyelenggaraan festival tersebut menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk semakin mengenal dan mencintai budaya lokal, sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata di Banyumas. Tekad menegaskan, dalam mengemas Gerbeg Suran Baturraden, unsur ritual tetap menjadi prioritas utama.

Menurutnya, hiburan memang diperlukan untuk menarik minat pengunjung, namun tidak boleh menggeser nilai sakral yang menjadi inti tradisi.

"Saat ini masyarakat memang haus hiburan, tetapi kami tetap mengedepankan ritualnya. Sekitar 80 persen isi kegiatan berkaitan dengan ritual Gerbeg Suran, sedangkan hiburan hanya menjadi pelengkap," katanya.

Ia juga menilai pengembangan Gerbeg Suran Baturraden membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku pariwisata, komunitas seni, dan pegiat budaya. Sinergi tersebut dinilai penting agar tradisi tetap lestari sekaligus mampu berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Menurut Tekad, Festival Gerbeg Suran Baturraden tahun 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-25. Selama seperempat abad digelar, antusiasme masyarakat terus meningkat. Tidak hanya warga Banyumas, wisatawan dari berbagai daerah di luar kabupaten juga mulai datang untuk menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut.

Bahkan, sejumlah konsep dalam Gerbeg Suran Baturraden telah menginspirasi daerah lain untuk menggelar kegiatan serupa dengan menyesuaikan tradisi lokal masing-masing.

"Artinya kegiatan ini mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain. Gerbeg Suran Baturraden bisa dikatakan menjadi embrio penyelenggaraan Gerbeg Suran di sejumlah daerah," katanya.

Ke depannya, Tekad berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi dan kreativitas dalam mengembangkan Gerbeg Suran Baturraden sebagai ikon budaya dan pariwisata Kabupaten Banyumas. Ia optimistis, dengan inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya, Festival Gerbeg Suran Baturraden akan semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah.

"Harapannya, Gerbeg Suran Baturraden semakin diminati wisatawan dan terus menjadi ikon budaya Banyumas yang membanggakan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....