BPBD Banjarnegara Distribusikan Air Bersih ke 12 Desa Terdampak Kekeringan
- 11 Jul 2026 10:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mulai menyalurkan bantuan air bersih ke 12 desa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Meski secara umum kondisi ketersediaan air bersih di Banjarnegara masih terkendali, sejumlah wilayah mulai mengalami krisis sehingga membutuhkan penanganan segera.
Sekretaris BPBD Kabupaten Banjarnegara, Sunaryanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pendistribusian air bersih atau dropping air ke desa-desa yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.
"Untuk Banjarnegara secara umum masih dalam kategori aman. Namun, ada 12 desa yang sudah mengalami krisis air bersih sehingga kami telah melaksanakan dropping air ke wilayah tersebut," ujarnya.
Menurut Sunar, BPBD telah memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan berdasarkan pengalaman dan data pada tahun-tahun sebelumnya. Mengacu pada pemetaan yang dilakukan sejak 2023, terdapat sekitar 60 desa yang masuk kategori rawan kekeringan saat musim kemarau.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan krisis air bersih di Banjarnegara. Selain musim kemarau yang berkepanjangan, kondisi geologi daerah juga memengaruhi kemampuan tanah dalam menyimpan cadangan air.
"Jenis tanah di beberapa wilayah Banjarnegara kurang mampu menyerap dan menyimpan air. Saat musim hujan berakhir, cadangan air tanah cepat habis sehingga ketika kemarau datang, masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih," katanya.
Selain itu, kerusakan saluran irigasi akibat bencana yang terjadi sebelumnya turut memperparah kondisi. Rusaknya jaringan irigasi menyebabkan debit mata air menurun dan sejumlah sumur warga di sepanjang saluran irigasi ikut mengering.
"Kondisi ini membuat kebutuhan dropping air semakin meningkat karena mata air dan sumur warga banyak yang mengalami penyusutan debit bahkan mengering," katanya kembali.
Wilayah yang saat ini menjadi prioritas penanganan berada di kawasan selatan Sungai Serayu. Menurut Sunarianto, daerah tersebut memiliki karakteristik tanah yang didominasi pasir dan batu sehingga air lebih cepat meresap dan sulit tersimpan dalam tanah.
Beberapa desa yang telah menerima bantuan air bersih di antaranya Desa Somawangi, Durian, Kebutuh Jurang, Kebutuh Duwur, Kasili, Petir, Kaliacir, dan Kalibening, serta beberapa desa lain yang juga mulai mengalami kekurangan air bersih.
BPBD memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat selama musim kemarau berlangsung. Sunar juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir.
"Kami mengajak masyarakat, khususnya di wilayah yang mulai mengalami kekeringan, untuk menghemat penggunaan air. Prioritaskan air bersih untuk kebutuhan memasak dan minum agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....