Liburnya MBG Picu Penurunan Harga Telur di Pasar Manis Purwokerto

  • 09 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Harga telur ayam ras di Pasar Manis Purwokerto mengalami penurunan cukup signifikan seiring penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Berkurangnya permintaan dari program tersebut membuat pasokan telur kembali melimpah di pasar, sehingga harga jual kepada konsumen ikut turun.

Berdasarkan pantauan di Pasar Manis Purwokerto, Kamis (9/7/2026), harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram. Harga tersebut turun dari sebelumnya yang mencapai Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

Pedagang telur di Pasar Manis, Dewi, mengatakan penurunan harga mulai terasa sejak Program MBG memasuki masa libur. Menurutnya, selama program berlangsung, kebutuhan telur untuk MBG sangat besar sehingga menyerap sebagian besar pasokan dari peternak.

"Sekitar 20 sampai 30 peti untuk satu MBG. Di Banyumas sendiri ada banyak MBG, jadi pasokan telur banyak masuk ke sana. Akibatnya stok di pasar berkurang sehingga harga menjadi lebih mahal. Sekarang karena MBG sedang tidak berjalan, stok di pasar kembali bertambah sehingga harga turun," ujarnya.

Dewi juga menjelaskan, Program MBG menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga telur ayam ras di Banyumas. Ketika program berjalan, permintaan meningkat tajam karena setiap titik pelaksanaan MBG membutuhkan puluhan peti telur setiap harinya.

Kondisi tersebut membuat pasokan ke pasar tradisional berkurang dan harga cenderung naik. Sebaliknya, saat kegiatan MBG dihentikan sementara selama libur sekolah, telur yang sebelumnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan program kembali dipasarkan ke pedagang.

Bertambahnya pasokan membuat harga telur ayam ras kembali terkoreksi. Meski demikian, penurunan harga tidak terjadi pada seluruh jenis telur, Dewi menyebut harga telur ayam kampung, telur bebek, dan telur puyuh hingga kini masih relatif stabil karena permintaannya tidak dipengaruhi secara langsung oleh Program MBG.

"Yang sering mengalami naik turun harga itu telur ayam ras. Kalau telur ayam kampung, telur bebek, dan telur puyuh sampai sekarang masih stabil, tidak ikut mengalami perubahan harga," katanya.

Fenomena ini menunjukkan besarnya pengaruh Program Makan Bergizi Gratis terhadap rantai distribusi dan permintaan telur ayam ras di Banyumas. Selain menjadi program peningkatan gizi masyarakat, MBG juga berperan sebagai penyerap hasil produksi peternak dalam jumlah besar sehingga berdampak langsung terhadap keseimbangan pasokan dan harga di pasar tradisional.

Para pedagang memperkirakan harga telur ayam ras berpotensi kembali mengalami kenaikan ketika Program MBG kembali berjalan dan permintaan dari penyedia program meningkat. Hingga saat itu, konsumen diperkirakan masih dapat menikmati harga telur yang relatif lebih murah dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....