Mahasiswa PGSD UMP Kenalkan Macapat kepada Mahasiswa Asing
- 08 Jul 2026 20:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menampilkan tembang macapat dalam sebuah pertunjukan yang digelar di Ruang Sidang Baru FKIP UMP, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penilaian mata kuliah sekaligus upaya mengenalkan budaya Jawa kepada mahasiswa, termasuk mahasiswa asing.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Macapat PGSD UMP, Dr. Pratik Hari Yuwono, S.Sn., M.A., mengatakan penampilan macapat tidak hanya menjadi sarana evaluasi pembelajaran, tetapi juga bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa.
Menurutnya, pembelajaran macapat telah menjadi bagian dari kurikulum PGSD maupun program BIPA. Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu melantunkan tembang, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.
"Untuk mendekatkan kita dengan budaya kita, selain melalui tembang macapat yang menjadi bagian dari kurikulum PGSD dan kuliah BIPA, kami mencoba menggali pentingnya macapat. Macapat merupakan sastra yang dilagukan sehingga di dalamnya terdapat moral, pesan, dan nilai-nilai budaya Jawa," ujarnya.
Pratik berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa asing yang mengikuti program BIPA.
"Harapan kami mahasiswa dapat mengenal budaya Indonesia, salah satunya budaya Jawa, tidak hanya bisa melakukannya saja, tetapi juga mampu memaknai isi yang terkandung di dalamnya," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III FKIP UMP, Dedy Irawan, M.Pd., yang membuka kegiatan tersebut, mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada nilai akademik saat mengikuti penampilan macapat.
Menurutnya, seni merupakan ruang untuk dinikmati dan diapresiasi bersama sehingga mahasiswa diharapkan dapat tampil dengan percaya diri tanpa merasa terbebani.
"Dalam seni itu yang utama adalah apresiasi. Seni dan sastra itu dinikmati. Ketika yang dicari hanya nilai dalam bentuk angka, menurut saya itu kurang tepat. Yang lebih penting adalah bagaimana yang membawakan maupun yang mendengarkan bisa menikmati dan mengapresiasi," ucapnya.
Ia juga menegaskan pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama, terutama generasi muda.
"Ketika tampil nanti semoga lebih nyaman dan tidak ada beban. Menjaga serta melestarikan budaya itu merupakan tugas kita bersama, apalagi bagi mahasiswa yang berasal dari Jawa," ujarnya.
Dalam pertunjukan tersebut, mahasiswa PGSD UMP dan mahasiswa BIPA membawakan berbagai tembang macapat yang sarat nilai moral dan filosofi kehidupan. Selain menjadi bagian dari penilaian mata kuliah, kegiatan ini juga menjadi media pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan warisan budaya Jawa kepada mahasiswa asing dari berbagai negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....