Larung Laut Kota Tegal Kembali Digelar, Tujuh Sesaji Dilarung
- 08 Jul 2026 07:27 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kota Tegal - Pemerintah Kota Tegal kembali menggelar tradisi Sedekah Laut sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut sekaligus doa keselamatan bagi para nelayan. Tradisi tahunan yang berlangsung setiap bulan Suro tersebut ditandai dengan pelarungan tujuh sesaji ke tengah laut setelah sebelumnya diawali tasyakuran dan pawai sesaji, Selasa (7/7/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan rangkaian Sedekah Laut merupakan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun di kalangan masyarakat pesisir. Ia menjelaskan tujuh sesaji yang dilarung ke laut memiliki makna simbolis sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar nelayan memperoleh keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan yang melimpah.
“Jadi, ini tentunya kalau lihat ditarik ini ada korelasinya. Intinya adalah agar kapalnya itu dapat tangkapan yang banyak, biar kapalnya selamat, orangnya selamat, rezekinya juga barokah,” ujar Dedy Yon.
Sementara itu, ketua panitia sedekah laut sekaligus DPC HNSI Kota Tegal, Eko Susanto mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah diawali dengan tasyakuran dan pawai sesaji sebelum prosesi pelarungan dilakukan di tengah laut. Pelaksanaan tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang diterima para nelayan.
“Yang penting itu niat kita itu harus dijaga bahwa kegiatan ini adalah dalam rangka bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas limpah karunia-Nya yang sudah diberikan kepada kita,” kata Eko.
Melalui tradisi sedekah laut, masyarakat pesisir Kota Tegal tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan rasa syukur atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....