Mahasiswa Teknik Sipil UMP Borong Dua Penghargaan di Kompetisi Ilmiah Nasional

  • 04 Jul 2026 20:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Devtama Reihan Saputra, menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Call for Paper Kompetisi Artikel dan Presenter #2 Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Ahmad Dahlan pada 8 April hingga 12 Mei 2026.

Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa angkatan 2024 itu berhasil meraih Juara 2 pada kategori Presenter Terbaik Subtema Teknologi Kelas C. Selain itu, ia juga memperoleh penghargaan Harapan 1 untuk kategori Artikel Terbaik pada subtema yang sama.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang sangat berkesan bagi Devtama karena merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah di tingkat nasional.

"Saya sangat senang, karena ini perlombaan karya ilmiah pertama saya dan saya langsung mendapatkan juara dalam perlombaan tersebut bahkan dua kategori sekaligus," ujarnya.

Devtama mengakui keberhasilannya tidak lepas dari dukungan dan pendampingan intensif yang diberikan oleh dosen pembimbing selama proses penyusunan karya ilmiah hingga persiapan presentasi.

"Saya berterima kasih kepada Ibu Kaprodi yang telah membimbing saya dengan sabar dan penuh semangat, serta memberikan ide-ide cemerlang dan ilmu yang sangat komprehensif. Proses yang sangat intensif ini memotivasi saya untuk meraih prestasi sebaik mungkin," tuturnya.

Kepala Program Studi Teknik Sipil UMP yang juga menjadi dosen pembimbing, Dr. Ir. Juanita, S.T., M.T., ACPE., menjelaskan bahwa proses pendampingan dilakukan secara menyeluruh sejak tahap penyusunan kerangka artikel, penguatan metodologi penelitian, hingga penyuntingan naskah sebelum dikirimkan kepada panitia.

"Sebagai dosen pembimbing dalam kompetisi penulisan artikel tingkat nasional, peran saya adalah sebagai fasilitator dan mentor yang mendampingi mahasiswa sejak tahap penyusunan kerangka artikel, penguatan metodologi, sampai pada proses penyuntingan naskah sebelum dikirimkan," ucapnya.

Menurut Juanita, pendampingan tersebut bertujuan memastikan karya yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kaidah ilmiah, tetapi juga memiliki unsur kebaruan, relevansi, serta mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan material infrastruktur yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan kompetisi berjalan dengan lancar. Pendampingan dilakukan secara fleksibel melalui pertemuan tatap muka, diskusi daring menggunakan Google Meet, hingga evaluasi naskah melalui surat elektronik.

Bagi Juanita, kompetisi ilmiah tingkat nasional menjadi sarana yang efektif untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, serta komunikasi ilmiah mahasiswa. Pengalaman tersebut juga dinilai akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Di akhir keterangannya, Juanita mengajak mahasiswa agar tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki dan berani mencoba berbagai kompetisi. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus berkarya, meningkatkan rasa percaya diri, serta menjadikan setiap kompetisi sebagai pengalaman berharga dalam membentuk pribadi yang unggul dan berdaya saing.

"Jangan takut gagal karena setiap proses selalu ada pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya. Prestasi memang dapat menjadi suatu kebanggaan tetapi keberanian untuk memulai, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar jauh lebih penting," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....