Menteri LH Ajak Masyarakat Lakukan Tobat Ekologi, UHN Tegal Siap Jadi Penggerak
- 04 Jul 2026 14:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kota Tegal - Menteri Lingkungan Hidup mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan tobat ekologi sebagai gerakan bersama untuk memulihkan lingkungan hidup. Ajakan tersebut disampaikannya dalam seminar bertajuk “Public Lecture Series: Memperbaiki Lingkungan Hidup, Menjaga Keadilan Antar Generasi” yang digelar Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal sebagai rangkaian Dies Natalis ke-1 kampus tersebut, Jumat (3/7/2026).
Dalam seminar tersebut, Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat menyoroti berbagai persoalan lingkungan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari pengelolaan sampah, kerusakan hutan dan mangrove, hingga pencemaran akibat aktivitas industri. Menurutnya, persoalan tersebut harus ditangani melalui kebijakan yang mampu menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan upaya pelestarian lingkungan.
Moh. Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah tengah menyiapkan Gerakan Tobat Ekologis Nasional yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Gerakan tersebut akan diwujudkan melalui berbagai aksi, seperti penanaman dua miliar pohon, rehabilitasi mangrove dan lahan kritis, pengelolaan sampah, penataan limbah industri, serta reklamasi kawasan bekas aktivitas ekstraktif.
"Kita harus mengakui bahwa masalah lingkungan yang kita hadapi sekarang ini adalah kesalahan kolektif kita sebagai bangsa. Karena semua bersalah, maka semua harus bertobat supaya tidak mengulangi kesalahan dan bekerja lebih keras lagi untuk memastikan pemuliaan lingkungan atau pemuliaan bumi ini. Itulah yang saya sebut sekarang gerakan tobat ekologis nasional," ujar Moh. Jumhur Hidayat.
Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri Tegal, Sudirman Said mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang peduli terhadap isu-isu lingkungan. Menurutnya, pengetahuan dan inovasi yang lahir dari kampus harus mampu diterapkan secara nyata untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan di tengah masyarakat.
"Kampus ini punya sumber-sumber pengetahuan, para dosen, para peneliti, kemudian punya mahasiswa. Mahasiswa juga menjadi jembatan menuju rumah tangga karena mereka adalah anggota keluarga. Kampus ingin berpartisipasi menjadi bagian dari pemuliaan lingkungan, dan itu menyangkut nasib generasi mendatang," kata Sudirman Said.
Melalui keterlibatan perguruan tinggi, gerakan pelestarian lingkungan diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi juga berkembang menjadi gerakan nyata yang melibatkan masyarakat secara luas. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran ekologis sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....