BI Purwokerto Gencarkan Edukasi Perlindungan Konsumen lewat Kampanye PeKA

  • 03 Jul 2026 22:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto memanfaatkan Festival Balon Udara Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) 2026 sebagai sarana mengedukasi masyarakat tentang perlindungan konsumen, penggunaan sistem pembayaran digital, dan pentingnya merawat uang rupiah.

Edukasi tersebut dikemas melalui kampanye PeKA (Peduli, Kenali, Adukan), promosi QRIS, hingga sosialisasi gerakan 5J.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Christoveny mengatakan, keikutsertaan BI dalam rangkaian Milad ke-61 UMP bukan sekadar memeriahkan kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, terkait sistem pembayaran dan transaksi keuangan digital.

"Festival Balon Udara UMP menjadi media unik untuk menyampaikan pesan edukatif. Kami ingin menyapa masyarakat, khususnya anak muda, dengan cara yang lebih kreatif dan berkesan. Melalui balon PeKA ini, kami mengajak semua pihak untuk lebih peduli, mengenali hak dan kewajibannya, serta tidak ragu untuk melaporkan jika terjadi permasalahan dalam transaksi keuangan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dalam kegiatan tersebut, BI Purwokerto menghadirkan balon udara bertema PeKA yang dilengkapi logo QRIS berukuran besar. Balon tersebut menjadi media kampanye untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak konsumen dalam sistem pembayaran sekaligus mendorong penggunaan transaksi nontunai yang aman, mudah, dan efisien.

Christoveny menjelaskan, melalui kampanye PeKA, masyarakat diajak lebih waspada terhadap berbagai potensi risiko dalam transaksi digital, memahami hak sebagai pengguna jasa sistem pembayaran, serta mengetahui mekanisme pengaduan apabila mengalami kendala atau dugaan pelanggaran saat bertransaksi.

Selain mengampanyekan PeKA, BI Purwokerto juga memperkenalkan penggunaan QRIS sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan sistem pembayaran digital nasional. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara nontunai dalam mendukung transformasi ekonomi dan keuangan digital.

Di sela kegiatan, BI Purwokerto juga menggelar sosialisasi gerakan 5J, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk merawat uang rupiah agar tetap layak edar.

"Edukasi 5J merupakan bagian dari pilar Cinta Rupiah dalam program nasional Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah). Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa merawat rupiah adalah tanggung jawab bersama. Festival Balon Udara UMP menjadi momentum yang sangat baik untuk menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda," kata Christoveny.

Sementara itu, Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara UMP dan BI Purwokerto dalam menghadirkan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan.

"Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan Bank Indonesia Purwokerto dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui Festival Balon Udara UMP. Kegiatan ini menjadi contoh bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, UMP akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia, untuk mendukung peningkatan literasi keuangan, transformasi digital, dan penguatan ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....