Desa Wisata Purbalingga Terus Berkembang, Jaga Kearifan Lokal dan Ekonomi

  • 03 Jul 2026 12:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Pengembangan desa wisata di Kabupaten Purbalingga terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. Selain menjadi upaya menjaga kearifan lokal, keberadaan desa wisata juga dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat desa melalui berbagai peluang usaha dan lapangan kerja.

Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Kabupaten Purbalingga, Hanifa Nurlahati, S.S., mengatakan saat ini terdapat 32 desa wisata yang tersebar di wilayah Purbalingga. Puluhan desa wisata tersebut terbagi dalam tiga kategori perkembangan.

“Di Kabupaten Purbalingga sendiri saat ini secara eksisting ada 32 desa wisata. Dari jumlah itu, 18 masuk kategori desa wisata rintisan, 13 desa wisata berkembang, dan satu desa wisata maju,” kata Hanifa saat diwawancarai RRI.

Hanifa menyebut desa wisata yang telah masuk kategori maju adalah Desa Wisata Serang, yang dikenal melalui berbagai agenda wisata seperti Festival Gunung Slamet. Sementara desa wisata lainnya masih terus didorong agar mampu naik kelas.

Menurutnya, perkembangan desa wisata di Purbalingga mengalami dinamika yang beragam di masing-masing wilayah. Meski demikian, secara umum kondisinya masih relatif stabil, meskipun terdapat beberapa desa wisata yang masih stagnan dan membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

“Memang ada pasang surut sesuai dinamika di desa masing-masing. Tapi secara umum masih stabil, meskipun ada beberapa desa yang masih stagnan dan perlu banyak didorong,” ujarnya.

Hanifa menegaskan, peran desa wisata sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pasalnya, konsep desa wisata memungkinkan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh warga setempat.

Melalui desa wisata, berbagai peluang usaha dapat tumbuh, mulai dari pembukaan lapangan kerja, pengembangan produk UMKM, penyediaan paket wisata, hingga penjualan produk oleh-oleh khas desa.

“Efek desa wisata akan langsung terasa di tingkat desa. Ketika masyarakat memperoleh pendapatan dari desa wisata, maka uang itu akan berputar di desa itu sendiri dan mengangkat ekonomi masyarakat,” katanya.

Tak hanya berdampak pada ekonomi warga, pengembangan desa wisata juga diyakini dapat mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan seiring meningkatnya aktivitas wisata. Untuk mendukung pengembangan desa wisata, Dinporapar Purbalingga menjalankan berbagai program yang mengacu pada regulasi daerah, di antaranya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 serta Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2025.

Hanifa menjelaskan, terdapat empat fokus utama yang dilakukan pemerintah daerah, yakni penguatan infrastruktur, pengembangan kelembagaan pelaku wisata, promosi pemasaran, serta penjajakan kerja sama kemitraan. Dalam aspek pemasaran, Dinporapar aktif membantu promosi desa wisata melalui media sosial dan berbagai kanal informasi lainnya.

Sementara pada peningkatan kapasitas, pemerintah rutin mengadakan pelatihan bagi pengelola desa wisata. Sedangkan untuk pengembangan infrastruktur, pihaknya mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat dukungan dilakukan melalui fasilitasi pengusulan bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat.

“Karena anggaran masih terbatas, kami lebih banyak memfasilitasi pengusulan bantuan infrastruktur ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi, baik provinsi maupun pusat,” katanya.

Ke depan, Dinporapar Purbalingga menargetkan jumlah desa wisata kategori maju dapat bertambah. Saat ini, baru satu desa wisata yang masuk klasifikasi tersebut, sehingga desa wisata berkembang diharapkan dapat terus naik kelas.

Selain itu, Hanifa juga mendorong pelaku desa wisata untuk mengikuti tren wisata masa kini yang lebih mengedepankan pengalaman (experience) dibanding wisata massal. Menurutnya, wisatawan saat ini cenderung lebih tertarik pada pengalaman langsung di alam, menginap di homestay atau glamping, menikmati suasana desa, hingga membeli produk UMKM lokal.

“Tren wisata sekarang lebih kecil skalanya tapi lebih mengutamakan pengalaman. Karena itu desa wisata di Purbalingga harus terus berinovasi dan menyesuaikan kebutuhan wisatawan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....