329 Guru di Cilacap Terima SK Penugasan Sebagai Kepala Sekolah
- 30 Jun 2026 20:07 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap – Pemerintah Kabupaten Cilacap menyerahkan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada 329 guru sebagai Kepala Sekolah jenjang TK, SD, dan SMP. Penyerahan SK yang dilakukan oleh Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, di Pendopo Wijayakusuma Cakti, pada Selasa (30/6/2026).
Kepala BKPSDM Kabupaten Cilacap, Bayu Prahara, menjelaskan bahwa dari total 329 kepala sekolah yang menerima SK, sebanyak 298 orang ditugaskan di jenjang SD, terdiri atas 23 penugasan reguler dan 275 penugasan nonreguler.
Kemudian jenjang SMP sebanyak 30 orang, terdiri dari 9 reguler dan 21 nonreguler, sedangkan jenjang TK terdapat satu penugasan nonreguler.
Berdasarkan jenjang jabatan fungsional, mayoritas kepala sekolah berasal dari Guru Ahli Muda sebanyak 292 orang, disusul Guru Ahli Madya sebanyak 35 orang, dan Guru Ahli Pertama sebanyak dua orang.
Dari sisi gender, penerima SK terdiri atas 132 laki-laki dan 197 perempuan. Namun, tiga calon kepala sekolah tidak dapat menghadiri penyerahan SK karena sakit dan sedang menunaikan ibadah umrah.
Pj Sekda Cilacap Annisa Fabriana menjelaskan bahwa 329 kepala sekolah yang menerima SK pada tahap pertama berasal dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara pengangkatan kepala sekolah dari PPPK masih harus menunggu izin dari Kepala BKN sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sebetulnya angka ini artinya belum selesai karena sekolah yang kosong itu kira-kira sekitar 500-an. Hanya saja yang hari ini diberikan SK adalah para kepala sekolah yang berasal dari PNS. Sedangkan sisanya masih memerlukan persetujuan dari BKN karena mereka berstatus PPPK," ujarnya.
Annisa menambahkan jika saat ini, masih terdapat sekitar 170 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Jabatan tersebut untuk sementara diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) hingga proses pengangkatan kepala sekolah dari kalangan PPPK memperoleh persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dalam sambutannya, Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengajak seluruh kepala sekolah yang menerima SK untuk menjadikan amanah tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan menjadi penentu masa depan bangsa sehingga kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas.
"Kita niati bersama sebagai pengabdian kepada masyarakat, karena bagaimanapun juga masa depan bangsa ditentukan di tangan Bapak/Ibu sekalian, mulai dari pendidikan TK, sekolah dasar, tingkat menengah, dan tingkat atas. Insyaallah dengan berbagai pertimbangan, saya sudah mengusahakan penempatan yang terbaik, sesuai dengan pertimbangan domisili, selain tadi lulus uji kompetensi," ujarnya.
Ia juga menitipkan tanggung jawab besar kepada para kepala sekolah untuk menjaga seluruh peserta didik sekaligus membina tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Ammy menegaskan, kepala sekolah harus berani mengambil sikap tegas apabila terjadi pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan tindakan asusila maupun perilaku yang mencederai dunia pendidikan.
"Saya titip anak-anak didik semua kepada Bapak/Ibu, termasuk juga tenaga pendidik yang ada di bawah kepemimpinan Bapak/Ibu. Saya tidak ingin lagi mendengar ada laporan, kasus, maupun tindakan imoralitas di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan oleh tenaga pendidik maupun siswa. Saya mohon Bapak/Ibu semua bisa bertindak tegas," katanya.
Menurut Ammy, kepemimpinan kepala sekolah tidak hanya diukur dari kemampuan mengelola administrasi dan meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga dari keberhasilannya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter bagi seluruh warga sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....