Purbalingga Dapat Revitalisasi 44 Sekolah hingga 2026
- 30 Jun 2026 20:07 WIB
- Purwokerto
RRI,.CO.ID, Purbalingga - Pemerintah Kabupaten Purbalingga menerima program revitalisasi untuk 44 satuan pendidikan jenjang TK hingga SMP selama periode 2025–2026. Program tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI yang diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, di SMP Negeri 2 Kutasari, Sabtu (27/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen meresmikan hasil revitalisasi 32 satuan pendidikan tahun 2025 sekaligus menyerahkan mock up program revitalisasi tahun 2026 kepada 12 sekolah di Kabupaten Purbalingga. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti revitalisasi satuan pendidikan.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program pendidikan yang dinilai berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah. Menurutnya, program seperti digitalisasi pembelajaran melalui Interactive Flat Panel (IFP), Program Indonesia Pintar (PIP), hingga revitalisasi sekolah telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kami merasakan betul bagaimana komitmen dan kebijakan berbagai program kementerian selama ini telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah, tentunya termasuk di Kabupaten Purbalingga," ujar Fahmi.
Fahmi menjelaskan, seluruh sekolah di Purbalingga saat ini telah memiliki satu hingga dua perangkat Interactive Flat Panel yang membantu proses pembelajaran, terutama di wilayah terpencil. Selain itu, pada pelaksanaan PIP tahun 2026 fase pertama, Purbalingga memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp32,25 miliar untuk 45.651 siswa dari jenjang Paket A hingga SMA/SMK.
Melalui program revitalisasi satuan pendidikan, Purbalingga memperoleh bantuan bagi 44 sekolah yang terdiri atas 32 sekolah pada tahun 2025 dan 12 sekolah pada tahun 2026. Total anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut mencapai Rp39,58 miliar.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta dukungan pemerintah pusat agar pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Purbalingga dapat segera direalisasikan. Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk mendukung program tersebut.
"Pemkab Purbalingga telah menyediakan lahan 20 hektare untuk SNT ini dan saat ini sedang menunggu penetapan SK, lokasi dan Inpres. Nah ini mohon untuk diprioritaskan, Pak Menteri," katanya.
Sementara itu, Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti menyebut alokasi revitalisasi untuk Purbalingga pada tahun 2026 masih berpeluang bertambah. Hal itu seiring rencana pemerintah pusat menambah kuota revitalisasi sekolah secara nasional.
"Tahun 2026 memang baru alokasi 12 sekolah. Saya katakan 'baru' karena itu dari kuota sementara sebanyak 11.744 sekolah. Namun Pak Presiden sudah menyampaikan berulang bahwa tahun ini akan ada tambahan alokasi 60 ribu sekolah lagi," ujar Abdul Mu'ti.
Ia menambahkan, program revitalisasi tidak hanya meningkatkan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah melalui sistem swakelola yang melibatkan tenaga kerja lokal dan penggunaan material dari toko setempat. Mendikdasmen juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga integritas pelaksanaan program serta melaporkan apabila ditemukan praktik pungutan atau permintaan fee.
Dengan tambahan alokasi revitalisasi yang masih terbuka, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap sinergi dengan pemerintah pusat terus diperkuat. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Purbalingga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....