Art Exhibition Dialog Dunia Hidupkan Semangat Bung Karno di Cilacap

  • 29 Jun 2026 21:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap: Art Exhibition "Dialog Dunia" resmi digelar di Paragraf Coffee Eatery, Cilacap, pada 28–30 Juni 2026. Kegiatan hasil kolaborasi Cilacap Kreatif, Sobat Kaisar, Paragraf Coffee Eatery, dan Kie Art tersebut menjadi wadah bertemunya seniman, akademisi, komunitas, pelajar, hingga generasi muda untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat disuguhi beragam karya seni rupa, atraksi melukis secara langsung, hingga forum diskusi yang mengangkat relevansi pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, terhadap kondisi Indonesia saat ini.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar yang terbuka, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi di Kabupaten Cilacap.

Rangkaian acara diawali dengan Live Painting Competition yang diikuti 11 pelukis anak sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi seniman sejak usia dini. Selain itu, sebanyak 20 pelukis turut memamerkan karya bertema sejarah perjuangan bangsa yang mengajak pengunjung merefleksikan nilai-nilai nasionalisme melalui sudut pandang seni.

Dalam kompetisi tersebut, Quinza Ava Firmansyah berhasil meraih Juara I, disusul Ibrahim Alvaro Ramadhan sebagai Juara II, dan Alva Oryza Maulana sebagai Juara III.

Puncak kegiatan berlangsung melalui Juguran Art Kebangsaan bertajuk "Bung Karno: Dialog Dunia". Forum diskusi ini menghadirkan beragam perspektif mengenai kebangsaan, seni, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.

Diskusi dipandu Afrizal Abdi Musyafiq dan menghadirkan narasumber H. Samirun, S.H., M.H. yang membahas nilai persatuan dan kebangsaan dalam pembangunan Indonesia.

Sementara itu, Mahfudzen Adi Prabowo yang mewakili Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat nasionalisme.

Dari dunia seni, Santosa dari Kie Art menjelaskan bahwa seni merupakan bahasa universal yang mampu membangun kesadaran sosial sekaligus mempererat persatuan bangsa.

Pandangan mengenai pendidikan seni disampaikan Dr. Sn. Nofrizaldi, S.Sn., M.Sn., yang menekankan pentingnya seni dan komunikasi visual dalam memperkuat identitas budaya Indonesia. Adapun Kury Yusuf mengulas peran ekonomi kreatif sebagai jembatan yang mampu mengubah potensi budaya menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Ketua Cilacap Kreatif, Romi Angger Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi lintas komunitas dalam membangun ruang kreatif yang inklusif.

"Seni tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga menjadi media dialog, memperkuat identitas daerah, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong," ujarnya.

Kolaborasi yang terjalin bersama Sobat Kaisar, Paragraf Coffee Eatery, dan Kie Art juga menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari komunitas, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Selama pameran berlangsung, pengunjung tidak hanya menikmati karya seni, tetapi juga berkesempatan berdialog langsung dengan para seniman dan narasumber. Interaksi tersebut memberikan pengalaman yang lebih mendalam dalam memahami makna setiap karya sekaligus menjadikan seni sebagai media edukasi sejarah yang mudah diterima berbagai kalangan.

Melalui Art Exhibition "Dialog Dunia", penyelenggara berharap semangat Bung Karno tentang kepribadian bangsa dalam kebudayaan dapat terus hidup melalui karya seni, ruang diskusi, dan kolaborasi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....