5.768 Warga Binaan dan Petugas di Nusakambangan Jalani Skrining TB

  • 29 Jun 2026 19:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Sebanyak 5.768 orang warga binaan pemasyarakatan dan pegawai di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, akan menjalani skrining tuberkulosis (TB) melalui pemeriksaan rontgen dada dan cek kesehatan gratis. Program nasional tersebut diluncurkan di Lapas Kelas IIA Ngaseman, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Senin (29/6/2026).

Pelaksanaan program merupakan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus mendukung target eliminasi tuberkulosis pada 2030.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan Program nasional itu akan menjangkau sekitar 272.573 warga binaan dan 48.876 petugas pemasyarakatan.

"Secara khusus di Pulau Nusakambangan yang menjadi lokasi kick-off program ini akan menyentuh manfaat sekurang-kurangnya 4.842 warga binaan pemasyarakatan dan 926 pegawai," katanya.

Pemeriksaan di Nusakambangan akan dilakukan secara bertahap selama empat hari dengan melibatkan layanan rontgen dada, pemeriksaan kesehatan gratis, serta skrining HIV secara komprehensif. Sedangkan di seluruh Indonesia hingga Desember.

Agus mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinergi pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk warga binaan.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Kesehatan untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Republik Indonesia dalam mendeteksi dini berbagai penyakit dan penuntasan TBC, sekaligus eliminasi TBC pada tahun 2030 sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029.

Agus menjelaskan, selain pemeriksaan TB, program tersebut juga mencakup pemeriksaan HIV serta cek kesehatan gratis bagi warga binaan dan petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendukung pelaksanaan program tersebut di seluruh lapas dan rumah tahanan.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini tuberkulosis maupun penyakit lainnya sehingga warga binaan tetap sehat selama menjalani masa pembinaan hingga kembali ke masyarakat.

"Program cek kesehatan gratis dilakukan hari ini sebagai kick-off dan juga TBC untuk 274.000 warga binaan di seluruh Indonesia, 532 Lapas di seluruh Indonesia. Jadi terima kasih sekali teman-teman warga binaannya bisa hidup sehat, dan kalau mereka nanti selesai masa hukumannya, kembali ke kehidupan normal, usianya tetap bisa sama dengan warga yang normal. Rata-rata Indonesia 74 tahun. Jadi live long, stay healthy," ujar Budi.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Ngaseman, Suwarto, mengatakan pemeriksaan TB sangat penting mengingat kondisi hunian lapas yang mengalami kelebihan kapasitas sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit.

"Kapasitas kita sebenarnya 257, namun pada pagi hari ini sudah diisi 540. Jadi sudah over 100 persen lebih," ujar Suwarto.

Ia menjelaskan, kepadatan penghuni membuat satu kamar diisi lima hingga sebelas orang sehingga risiko penyebaran TB menjadi lebih tinggi.

"Kalau posisi di kita, memang ini adalah salah satu penyakit yang rawan karena kan sasarannya adalah penyakit tuberkulosis ya. Dan kita memang kegiatan ini bukan kali ini saja sih, tapi sudah bekerja sama sebelumnya, bahkan kemarin sudah pernah dua kali kegiatan pemeriksaan gratis, terutama yang menyangkut masalah tuberkulosis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan di Kabupaten Cilacap," katanya.

Menurut Suwarto, program skrining massal tersebut diharapkan mampu mendeteksi kasus TB lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah penularan antarsesama warga binaan.

"Nah sasarannya, alhamdulillah ini ada program ini sehingga nanti posisi kesehatan di dalam dari warga binaan bisa terdeteksi dini sehingga ditangani dengan baik sehingga tidak bisa, minimal untuk penularan ke yang lain. Karena penularan di dalam itu luar biasa, satu saja yang kena pasti akan menular yang lain karena posisinya dalam satu kamar lebih dari satu orang," katanya.

Ia juga mengungkapkan hingga saat ini terdapat 15 warga binaan yang sedang menjalani pengobatan tuberkulosis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap.

"Selama ini yang sudah kita laksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, ini masih bahkan ada 15 yang sedang penanganan TB. Nah dari 15 itu, kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, pemberian obat rutin selama enam bulan kita berikan dan disendirikan atau diisolasi sehingga posisinya memang betul-betul clear tidak berinteraksi langsung dengan warga binaan yang tidak terkena penyakit tuberkulosis," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....