Pemkot Pekalongan Pelajari Ketahanan Pangan Unggas di Nusakambangan
- 05 Agt 2026 13:38 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap: Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Wakil Wali Kota Hj. Balgis Diab dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Pekalongan melakukan kunjungan kerja ke Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari program ketahanan pangan di bidang peternakan unggas yang dikembangkan di lapas tersebut. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan, Ario Galih Maduseno, beserta jajaran.
Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau peternakan ayam petelur dan bebek petelur yang dikelola oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan. Kegiatan studi tiru ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung Program Asta Cita Presiden serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan.
| Baca juga: KKN Berdampak Dorong Kemandirian Desa |
Selain itu, kunjungan juga menjadi langkah mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Lapas Terbuka Nusakambangan dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Tidak hanya meninjau peternakan unggas, rombongan juga memperoleh pemaparan mengenai berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Terbuka Nusakambangan.
Program tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan teknis, etos kerja, dan pengalaman praktis sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengapresiasi inovasi pembinaan yang dikembangkan Lapas Terbuka Nusakambangan.
Menurutnya, konsep pembinaan yang dipadukan dengan sektor peternakan dan pertanian mampu menciptakan warga binaan yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan.
"Apa yang kami lihat hari ini menunjukkan bahwa Lapas Terbuka Nusakambangan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membangun kualitas sumber daya manusia," katanya.
Ia juga menyebut program ketahanan pangan yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan seperti ini patut diapresiasi dan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam memperkuat kolaborasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan, Ario Galih Maduseno, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
"Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk kembali hidup mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. Sinergi dengan Pemerintah Kota Pekalongan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program-program pembinaan yang berdampak nyata," kata Ario.
Kunjungan diakhiri dengan diskusi mengenai peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Pekalongan dan Lapas Terbuka Nusakambangan, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, peternakan, peningkatan keterampilan, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap program pembinaan kemandirian warga binaan semakin berkembang dan mampu mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....