BPBD Cilacap Siaga Hadapi Kekeringan, 20 Kecamatan Berpotensi Krisis Air Bersih

  • 27 Jun 2026 09:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan dan krisis air bersih seiring masuknya musim kemarau di wilayah tersebut. Hal tersbeut disampaikan Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Cilacap, Purwanto Kurniawan.

Purwanto mengatakan berdasarkan informasi BMKG, Kabupaten Cilacap sebenarnya mulai memasuki musim kemarau sejak dasarian kedua Mei 2026. Namun dampaknya baru mulai terasa signifikan pada akhir Juni.

“Sekarang ini Cilacap betul-betul mulai memasuki musim kemarau dan dampaknya sudah mulai terasa, terutama di sejumlah wilayah yang memiliki kerentanan terhadap sumber air bersih,” ujarnya.

Purwanto menjelaskan, berdasarkan pengalaman kemarau panjang pada 2023, terdapat 20 kecamatan dan 105 desa yang terdampak kekeringan. Beberapa wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih di antaranya Kecamatan Jeruklegi, Kawunganten, Bantarsari, Cimanggu, Karangpucung, Sidareja, Kedungreja, Patimuan, dan Gandrungmangu.

Menurutnya, pola musim kemarau tahun ini diperkirakan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tahun sebelumnya, bahkan berpotensi berlangsung cukup panjang. Oleh karena itu, BPBD terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air di wilayah rawan.

“Kami terus memantau ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah. Jadi ketika ada permintaan air bersih, kami siap mengirimkan bantuan ke daerah terdampak,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Cilacap juga telah memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, PDAM, PMI, serta sejumlah pihak lain termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR.

Purwanto menyebutkan, tahun ini pemerintah daerah telah mengalokasikan 250 tangki air bersih melalui APBD. Namun jika kebutuhan meningkat, BPBD optimistis bantuan tambahan dari berbagai pihak dapat menutupi kekurangan tersebut.

“Tahun ini kami siapkan 250 tangki air bersih dari APBD. Tapi jika kebutuhan lebih besar, kami yakin bisa tercukupi melalui dukungan CSR, PDAM, PMI, dan pihak lain seperti yang terjadi pada tahun 2023,” katanya.

Selain kesiapsiagaan pemerintah, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan langkah-langkah penghematan air sejak dini. Warga diminta menggunakan air secara bijak, memanfaatkan tampungan air hujan, serta segera melaporkan jika terjadi kebocoran saluran air.

BPBD juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama dengan melindungi sumber mata air dan tidak menebang pohon secara sembarangan di wilayah pegunungan.

“Konservasi sumber air sangat penting. Jangan sampai pohon-pohon di daerah resapan ditebang sembarangan, karena itu berpengaruh pada cadangan air tanah,” ucap Purwanto.

BPBD Cilacap berharap upaya mitigasi yang dilakukan bersama masyarakat dapat meminimalkan dampak kekeringan dan memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....